JAMBERITA.COM- Imanudin membuat pernyataan mengejutkan terkait bagi bagi uang ketok palu di persidangan. Termasuk saat menjadi saksi dalam sidang dengan terdakwa Effendi dkk pada Rabu (4/12/2019).
Namun pernyataan pria yang akrab disapa Iim diserang Jefri Bintara Pardede yang pernah dekat dengannya.
Jefri yang akrab disapa Kocu ini menilai tidak semua kesaksiannya Iim benar.
Ia mengaku masih ingat betul ketika memboyong Iim masuk ke klik istana (sebutan untuk lingkaran Gubernur), tiga tahun silam.
Kala itu, Iim bukanlah siapa-siapa. Sejak dikenalkan Kocu, Iim merangsek masuk ke lingkaran inti Zumi Zola dan belakangan dipercaya ikut menyetir proyek-proyek APBD.
Kocu sengaja membongkar kedok Iim itu, yang dinilainya kerap berbohobg di persidangan. Manuver iim, kata Kocu, kini telah membuat gaduh seantero Jambi. Iim, menurut Kocu, kerap menyeret sejumlah tokoh ternama di pusaran suap, tapi tanpa bukti dan fakta yang jelas.
“Padahal, dia yang paling agresif dan aktor penting di kasus suap itu. Tapi, ia berusaha membuat dalih dan mulai bicara ngawur. Ia menyeret tokoh-tokoh lain yang padahal tak ada kaitan sama sekali. Saya kenal betul iim, karena saya yang membawa dia masuk istana,”beber Kocu.
Ada banyak fakta, lanjut Kocu, yang diungkap iim dalam persidangan. Padahal fakta-fakta itu, akan menunjukkan perannya yang sangat dominan. Dia bergerak liar, acapkali diluar sepengetahuan Zola.
“Baiknya Iim jantanlah. Beberkan semua fakta-fakta, jangan sepotong-sepotong yang membuat orang yang tak terlibat menjadi terseret isu,”ujarnya.
Mantan anggota DPRD Kota Jambi ini menduga, iim sengaja menutupi sebagian informasi karena alasan tertentu. Apa itu?
“Dugaan saya, uang dari sejumlah pengusaha masih banyak yang disimpan. Jadi, sebagai alibi, seolah-olah uang sudah di sebar kemana-mana. Supaya dia gak terseret,”katanya.
Peran iim terpotret secara jelas dalam dakwaan Effendi Hatta Cs. Ia bersama Dody Irawan, Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, tercatat di dalam dakwaan itu sebagai aktor pengumpul fulus. KPK melacak, sedikitnya 16 pengusaha ikut terlibat menyerahkan uang untuk suap ketok palu itu.
Setelah operasi pengumpulan fulus sukses, Iim berkolaborasi dengan Kusnindar, anggota Fraksi NasDem untuk mendistribusikannya ke anggota DPRD. Iim mencatat detail nama-nama anggota dewan penerima suap itu dalam sebuah buku khusus. Belakangan, buku itu ia bakar beberapa jam setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan.
Operasi senyap dijalankan Kusnindar dan dibantu dua orang staf PU dan Iim: Sendhy Hefria Wijaya dan Basri. Sementara, Iim tercatat ikut mendistribusikan sendiri uang suap itu ke segelintir dewan. Namun, hingga kini, kesaksian iim belum banyak terbukti.
Spekulasi Jefri ihwal iim semakin menguatkan satu hal, bahwa iim tak jujur di persidangan.(jl/sm)
KPK Tahan Eks Anggota DPRD Jambi Terkait Suap Pengesahan RAPBD
Babak Baru Kasus Suap Ketok Palu, KPK Ungkap Tersangka Baru dari DPRD
Tim Kuasa Hukum Rahima Cs Kompak Ajukan Pledoi, Usai Dituntut JPU
Akui Terima Uang Dari Kusnindar, Nasri Umar: Percikan Kapal Kruk
Jadi Makelar Ketok Palu, Kusnindar: Iim Itu Kawan Satu Kantor


Danrem 042/Gapu di Kodim 0419/Tanjab : Jangan Buat Pelanggaran, Apalagi Judol!


