Suara Mantan Kadis PU Soal Fly Over, Ivan Wirata Yakin Sulit Terserap Jika Dipaksakan Satu Tahun



Kamis, 07 November 2019 - 17:38:57 WIB



Ivan Wirata saat menyampaikan alasan penundaan fly over dan membeberkan kondisi jalan mantap di Provinsi Jambi yang baru tercapai 77 persen, di Gedung DPRD Provinsi Jambi Kamis (7/11/3019)
Ivan Wirata saat menyampaikan alasan penundaan fly over dan membeberkan kondisi jalan mantap di Provinsi Jambi yang baru tercapai 77 persen, di Gedung DPRD Provinsi Jambi Kamis (7/11/3019) Arief Martaguna

JAMBERITA.COM- Kontraversi penundaan Fly over terus menjadi perdebatan. Tidak hanya di kalangan DPRD tapi juga kalangan masyarakat. Mantan Kadis PUPR Provinsi Jambi Ivan Wirata yang kini menjadi Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jambi akhirnya angkat Bicara.

Menurut Ivan Wirata, penundaan pembangunan fly over itu karena berdasarkan pertimbangan dalam rangka 99 persen pemantapan jalan disisa masa jabatan Gubernur Jambi Fachrori Umar.

"Kami kan mempertimbangkan, pertama dalam kontrak kerja Rp198 Miliar itu dikerjakan selama satu tahun, kalau satu tahun secara pertimbangan teknik itu belum selesai," terangnya di Gedung DPRD.

Berdasarkan RPJMD, Pemprov Jambi itu memiliki jalan sepanjang 1.035 KM. Namun di kondisi jalan yang mantap itu belum mencapai 100 persen yaitu hanya 77 persen. Artinya kata Ivan fly over itu bukan digagalkan, akan tetapi dipertimbangkan dalam rangka peningkatan 99 persen kondisi jalan mantap.

"Kita coba maksimalkan dulu, termasuk ini kan tugasnya pak Gubernur, itu pertimbangan kami lebih dimanfaatkan," tuturnya sembari membeberkan grafik kondisi jalan yang sudah diaspal (mantap) dan belum mantap.

Persoalan bila  kondisi jalan yang hendak dibangun fly over itu mengalami macet, kata Ivan itu hanya terjadi ketika di jam-jam yang tertentu dan belum lagi pembebasan lahan yang belum diselesaikan.

"Pembebasan lahan baru tahun ini dianggarkan, kemudian dana utilitas, pemindahan kabel lain lainya itu belum dianggarkan, jadi kami tidak yakin anggaran Rp198 itu bisa menyelesaikan fly over (selama satu tahun)," ujarnya.

Kemudian terkait dengan KUA-PPAS, Ivan mengataka itu belum sama sekali disahkan, bahkan Ivan Wirata mengklaim pihaknya masih menyimpan berita acara dan beberapa catatan dari komisi III periode lalu agar dapat mempelajari rekayasa lalu lintas terkait fly over.

"Mereka (Dewan Periode Sebelumnya) belum mengesahkannya, masih ada catatannya," tambahnya.

Selanjutnya dengan anggaran Rp198 miliar dalam satu tahun, itu menurut mantan Kepala Dinas PU era HBA itu terlalu besar, sedangkan masih banyak jalan provinsi Jambi yang harus diperbaiki.

"Kita kan hanya menunda, tapi kalau dikerjakan secara multiyears, secara kualitas, kuantitas juga tercapai, secara perencanaan teknis dan manfaat dan penyerapan juga tercapai," ujarnya.

Lebih lanjut, Ivan Wirata mengakui bahwa rencana pembangunan fly over itu termasuk dalam program prioritas RPJMD Jambi Tuntas 2016- 2021 (Zumi Zola-Fachrori) akan tetapi disisi pelaksanaan selama satu tahun itu yang mereka pertimbangan.

"Coba ini kalau dipaksakan selama satu tahun, iya kalau terserap? Begini lho, dia punya perencanaan memang, ada dibulan Desember itu apabila pekerjaan tidak diselesaikan diakhir anggaran ada penambahan waktu 50 hari, tapi itukan denda, apakah kualitas nya akan maksimal,”jelasnya.

Makanya, pihaknya tidak ingin berspekulasi, karena rekayasa dan utilitasnya juga belum disampaikan secara detail oleh Pemprov Jambi/Dinas PUPR kepada mereka Komisi III DPRD Provinsi Jambi.

"Kami merencanakan kedepan ini dibangun secara Multiyers gitu lho, dalam memperkecil kemacetan itu kami maksimalkan sekarang, (Jadi 2020 dewan mengarahkan untuk dilakukan pelebaran jalan) sekalian menyelesaikan masalah pembebasan lahannya," pungkasnya.(afm)









loading...