Selamat Jalan, Sobat (In Memoriam Donny Pasaribu)



Rabu, 28 Agustus 2019 - 07:40:04 WIB



Musri Nauli
Musri Nauli

 

Oleh: Musri Nauli

Seakan-akan tidak percaya mendapatkan kabar meninggalnya sobat seperjuangan dimasa reformasi. Tokoh yang tetap kritis walaupun dekat dengan kekuasaan.

Menyebutkan namanya teringat tubuh tambun ketika ikut barisan dari kampus UNJA ke DPRD Provinsi Jambi menjelang jatuhnya Soeharto. Bersama-sama dengan Fahrin Siregar (yang telah mendahului), tubuh tambunnya rela berjalan kaki, meneriakkan yel-yel menumbangkan Soeharto. Teriakan lantang disaat bersamaan masih ada yang tidak percaya dengan otoriter Soeharto di Indonesia.

Meneruskan sikap kritisnya, kami kemudian banyak terlibat dan kritis terhadap kerusakan sumber daya alam. Dengan membangun koalisi Forum LSM Jambi, Donny menguasai kehutanan. Termasuk liuk dan lika-liku pemasaran kayu.

Bersama-sama dengan Fahrin Siregar dan Budi Setiawan (dulu dosen namun kemudian menjadi birokrat), ketiganya handal dan menjadi “think tank” dan lokomotif teriak kerusakan hutan. Ketiganya juga terlibat aktif didalam advokasi dan sering lantang suaranya di Dinas Kehutanan.

Sebagai orang besar, kerendahan hati Donny dan persahabatan tulus tidak pernah ditinggalkan. Ketika saya hendak ke Sungai Penuh mengejar deadline memasukkan memori banding, padahal disaat bersamaan mau memasuki “arus mudik”, rental mobil yang sudah tidak tersedia, kamipun “mencarter” mobil Suzuki Carry. Mobil angkutan umum yang sering digunakan mengantar istriku kerja.

Dengan cekatan, Donny bersedia menjadi Driver menempuh perjalanan panjang ke Sungai Penuh. Waktu itu perjalanan Jambi – Sungai Penuh belum baik. Masih memakan waktu “semalaman”. Jarak cuma 180 km bisa ditempuh semalaman. Selain dikiri jalan sungai. Belum lagi menjelang masuk wilayah Kerinci, jurang-jurang menganga dalam. Jalan yang kemudian diperbaiki, dibangun jalan baru. Sekarang dapat ditempuh paling lama 5-6 jam. Relatif sudah baik dan aman ditempuh.

Kami berangkat sore hari, tidak berhenti lama karena hendak mengejar pagi hari. Deadline “memori banding”.

Dengan badannya sedikit tambun, kursi driver yang tidak sungguh tidak layak, saya merasakan betul kesulitan Donny menyesuaikan kursi driver dengan tubuhnya.

Namun dengan santai Donny berkata “Tenang, bang. Pokoknya kita kejar pagi besok harus sampai”. Doa yang terkabul. Menjelang subuh sudah berada di Sungai Penuh.

Dengan badan terhuyung-huyung, mata sedikit berkunang-kunang, saya kemudian menyelesaikan administrasi banding di Pengadilan Negeri Sungai Penuh. Disaat bersamaan, Donny kemudian tidur didalam mobil. Mengambil jeda untuk kembali “Putar kepala” harus segera pulang ke Jambi.

Setelah menyelesaikan administrasi, rebahan sebentar di mobil, sore kemudian dikebut kembali ke Jambi. Perjalanan “paling gila”.

Semoga kita sampai selamat, bang”, katanya sembari memutar music. Lagu Batak Khasnya.

Sebagai “orang Batak’, kemampuan mengemudinya masih handal. Dengan mengikuti mobil travel kerinci yang larinya “nauzubilah”, Donny mampu mengimbangi walaupun mobil kecil Suzuki Carry. Hingga sampai ke Bangko, saya kemudian meminta Donny agar tidak perlu lagi “kejar-kejaran’ dengan mobil travel Kerinci.

Tidak apa-apa. Yang penting malam kita sudah sampai di Bangko. Jalan ini aku agak hapal” sembari memelankan kendaraannya. Santai.

Menjelang pagipun kami sampai. Namun badan tidak mampu lagi untuk istirahat. Kamipun tidur di sekretariat kantor Donny. Hingga sore.

Sikap setia kawan dan peduli terhadap kawan-kawan masih kurasakan. Entah berapa banyak cerita yang kudengar dari teman-teman yang lalu.

Lalu ketika aku nun jauh berada di Jambi, kudapatkan kabar duka.

Perjalanan masih panjang yang harus ditempuh ternyata Tuhan berkata lain. Donny kemudian mengikuti jejak sahabat dekatnya. Fahrin Siregar yang telah mendahului.

Selamat Jalan, sobat. Pejuang reformasi yang setia kepada gagasan terhadap ketidakadilan.

 Biarlah kami yang tinggal meneruskan cita-citamu.

*Advokat. Tinggal di Jambi




Tagar:

# Musri Nauli








loading...










#DEBAT KANDIDAT PILWAKO #BAKSO TARSYID #SIDANG SUPRIYONO #PLN #DEBAT PILWAKO 1 #ZOLA DIPERIKSA KPK #BATU BARA #VONIS KETOK PALU #ZUMI ZOLA TERSANGKA #SAROLANGUN #MUARO JAMBI #MERANGIN #Miss Indonesia 2019 #Nenek Zumi Zola Meninggal #BUNGO #BERITA JAMBI #BATANGHARI #cawagub fachrori #caleg PBB Jambi mundur #ZUMI ZOLA #LHKPN #KOTA JAMBI #KERINCI #korem 042/gapu #Kemas Faried #Fachrori Rombak Pejabat #danrem 042 Gapu #SUNGAI PENUH #SUAP KETOK PALU #surat suara Jambi #abdul Fattah meninggal #PRABOWO KE JAMBI #Pemberhentian Zumi Zola #TEBO #TANJABTIMUR #TANJABBARAT #TMMD Kerinci #TABLOID INDONESIA BAROKAH #Rocky Gerung #relawan demokrasi #REKI #Edi Purwanto #UIN STS Jambi #Pelecehan seksual #bawaslu provinsi jambi #Debat Pilpres 4 #Pahlawan nasional #Raden Mattaher #Partai Berkarya #KKI WARSI #pohon asuh #Edi Purwanto #iin inawati #Jambi masa lalu #Sejarah jambi #Musri Nauli #angin kencang Bungo #Kantor Pos Bungo Diterjang Angin #Syaihu ke PTUN #Demo UINS STS Jambi #Pelecehan seksual #Penyelundupan Lobster #Lobster Jambi #masa tenang #money politic #BAWASLU KOTA JAMBI #SYARIF FASHA #FACHRORI UMAR #HASIL PILPRES 2019 #HASIL PILEG 2019 #17 April 2019 #Minyak ilegal #Polda Jambi #KPPS Dipecat #PEMILU 2019 #LOGISTIK PEMILU 2019 #KPU PROVINSI JAMBI #Caleg Gerindra Ditangkap di Sungaipenuh #Mualaf Center Indonesia #kotak suara rusak #Hasil Pileg Tanjabbar #KPPS Meninggal Dunia #Pembakaran Kotak Suara #Prediksi Kursi di Provinsi Jambi #Pleno Rekapitulasi Suara #Harga Bawang putih #PLENO KPU PROVINSI JAMBI #Sutan Adil Hendra #SIDANG PELANGGARAN BAWASLU #Ketua DPRD Kota Jambi #Kemendagri #Samsat Jambi #Ratu Munawarrah #PIlgub Jambi #Anggota DPRD pindah parpol #DPRD Sungai Penuh #aksi Mahasiswa Jambi #GUGATAN PARPOL DI MK #Polda Jambi