Masuki Musim Trek, Petani Pinang di Tanjabbar Terpaksa Utang ke Pengepul



Kamis, 22 Agustus 2019 - 11:58:49 WIB



Ilustrasi
Ilustrasi

JAMBERITA.COM - Petani komoditi pinang di Kabupaten Tanjung Jabung Barat sedang mengalami masa-masa sulit.

Pasalnya di saat harga sedang tinggi di tingkatan pengepul pada kisaran harga Rp12.000 per kg. Apesnya, tandan buah segar (TBS) pinang memasuki musim trek.

Kondisi ini membuat para petani pinang kesulitan ekonomi dengan menipisnya hasil Panen.

"Rata-rata dari luasan sehektare panen satu hingga ton, sekarang cuma bisa panen sisa sebanyak 20 sampai 30 kg sekali panen per hektare," ungkap Rohim petani pinang di Sungai Gebar, Kuala Betara, Tanjab Barat, Kamis (22/8/2019).

Dampak dari minimnya hasil panen membuat petani pinang di Tanjabbar mesti putar otak mengatasi kesulitan ekonomi dengan cara mencari pinjaman uang ke tengkulak sementara menunggu berakhirnya musim trek.

"Musim trek seperti ini biasanya bisa sampai dua bulan ke depan. Jadi terpaksa ngutang dulu ke Bos tengkulak biar agak bernapas," timpal petani lainnya, Slamet mengakali kebutuhan dapurnya.

Hal ini diakui salah satu pengepul pinang, Amat, ia mengatakan dirinya terpaksa memberi pinjaman ke petani, karena pertimbangan rerata petani yang ngutang merupakan pelanggan lama.

"Kalau pas lagi masuk musim trek ya kita harus ada toleransi. Hampir rata-rata ngutang untuk kebutuhan belanja sehari-hari. Nanti bayarnya dicicil pas panen berikutnya," ujar Amat.

"Kalau saya sih gak masalah yang penting saling pengertian. Solanya pelanggan sudah seperti keluarga sendiri," pungkasnya. (Henky)




Tagar:

# TANJABBARAT








loading...








Dispersip Sambangi Diskominfo Merangin

Dispersip Sambangi Diskominfo Merangin

Kamis, 23/01/2020 08:39:06