JAMBERITA.COM - Menjadi duta Genre memang tidak mudah. Ajangnya memang mirip-mirip pemilihan atau kompetisi mencari putri Indonesia karena memang untuk menjaring putra putri terbaik Kota Jambi yang layak dijadikan duta.
Duta Genre dipilih oleh BKKBN dari sekian banyak remaja. Umumnya mahasiswa dan mahasiswi, yang mempunyai pemahaman utuh mengenai keluarga berencana, demografi, HIV/AIDS, dan sebagainya.
Tidak hanya itu, Duta Genre juga diharuskan memiliki kepribadian yang baik, integritas yang mumpuni, dan kemampuan berbicara di depan publik dengan ciamik.
Tugas mereka adalah sebagai penyambung pesan dari BKKBN kepada generasi muda di seluruh Indonesia khususnya di Kota Jambi dan sekitarnya agar memiliki pemahaman yang baik tentang keluarga berencana, kependudukan, dan pembangunan keluarga.
Salah satunya, Mahasiswi dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIP) NH Kota Jambi Adharani Kosasih, Semester II Prodi Ilmu Komunikasi ini terpilih menjadi duta Gengre dan berhasil mendapat juara tiga. Dimana kompetisi ini sebelumnya diikuti oleh kurang lebih 140 peserta lebih.
"Jumlah keseluruhan peserta kalau nggak salah sekitar 140 - 145 orang, lupa-lupa ingat juga kami," ungkapnya kepada jamberita.com, Minggu (1/5/2018).
Untuk diketahui, GenRe adalah program yang mengedepankan pembentukan karakter bangsa di kalangan generasi muda. Program GenRe merupakan wadah untuk mengembangkan karakter bangsa karena mengajarkan remaja untuk menjauhi Pernikahan Dini, Seks Pranikah dan Napza guna menjadi remaja tangguh dan dapat berkontribusi dalam pembangunan.
"Pertama yang akan saya lakukan adalah membuat Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) di lingkungan kampus saya terlebih dahulu," terangnya.
PIK-R salah satu wadah yang dikembangkan dalam program GenRe dan merupakan suatu kegiatan untuk remaja supaya memberikan pelayanan informasi dan konseling yang bermanfaat mengenai rencana kehidupan berkeluarga serta menjadikan wadah bagi mahasiswa untuk menyelesaikan dan mencari solusi permasalahan dalam kehidupan.
"Didalam PIK-R ini juga saya akan lebih mengarahkan para mahasiswa untuk peka dan perduli dengan lingkungan sekitarnya," jelasnya.
Remaja Indonesia saat ini adalah generasi milenial, generasi yang hidup di alam keterbukaan, kebebasan berekspresi, dan dibanjiri beragam informasi yang tentunya muncul beragam persoalan di kalangan remaja."Jika ada perilaku Bullying misalnya, diharapkan mahasiswa dapat turut menegur pelaku tersebut bukan hanya diam atau pura-pura tidak tahu, jadi mahasiswa dapat berperan aktif dan lebih berfikir positif lagi," pungkasnya.(afm)
Soal Santunan ke Petugas Pemilu yang Meninggal, Begini Kata Dianto
Demi Perbaikan Kualitas, SAH Minta Pemerintah Evaluasi Unbk Tahun 2019
Pantau Aktivitas di KPU Provinsi Jambi, Ini Pesan Danrem 042 Gapu
Pedagang Daging Beku di Pasar Angso Duo Terancam Dikenakan UU Perlindungan Konsumen, Jika...
Garam Nipah Potensial sebagai Komoditi Unggulan dari Lahan Gambut Jambi


Danrem 042/Gapu Hadiri Debat Perdana Calon Ketua Umum BPP HIPMI 2026–2029 di Jambi


