JAMBERITA.COM - Hingga saat ini kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten/Kota Provinsi Jambi sudah menyentuh angka 534 Hektar. Kebakaran disebabkan sengaja dilakukan untuk membuka lahan baru.
Berdasarkan pantauan Satelit Terra Aqua dan Suomi NPP, terpantau 223 titik hotspot tersebar di wilayah Provinsi Jambi. Luas areal yang terbakar pun 534 hektar mulai dari Januari sampai dengan Agustus 2018 ini.
Luasan lahan yang terbakar tersebut terdiri dari kawasan hutan 135,75 hektar, areal pegunungan 339,01 hektar, gambut 133, 11 hektar, dan mineral 401,65 hektar. Sejumlah lahan tersebut mayoritas lahan yang sengaja dibakar untuk membuka perkebunan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bachyuni Deliyansah mengatakan pada tanggal 29 Agustus 2018 ini terpantau 4 titik hotspot dengan rincian Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur masing-masing 1 titik dan Kabupaten Muaro Jambi 2 titik.
"Untuk Tanjung Jabung Barat saat ini sedang dilakukan pemadaman oleh tim BPBD, sedangkan di Tanjung Jabung Timur dan Muaro Jambi Tim sedang menuju ke lokasi titik hotspot," katanya saat ditemui di kantor Basarnas, Rabu siang (29/8/2018).
Dirinya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membakar lahan mengingat sampai Oktober ini masih dalam musim kemarau. (Cpm)
Baru 10 Puskesmas Terakreditasi, Dinkes: Kalau Belum, Tidak Bisa Kerjasama dengan BPJS
Tanggapi Balasan Surat dari Pemprov Jambi Soal Pasar Angso Duo, Begini Kata Ketua LKPMI
Terjadi Tawuran Antar Pelajar SMKN5 Vs SMAN7 di Kumpeh Muaro Jambi, Ini Penyebabnya
Mahasiswa STISIP NH Tanggapi Soal Sosialisasi Perlindungan Anak, Begini Harapannya
Kapolda Jambi Patroli Udara Pantau Titik Rawan Karhutla di Wilayah Provinsi Jambi


