Ihsan Yunus Siap Kerja untuk Jadikan Citra DPR Lebih Baik



Rabu, 29 Agustus 2018 - 14:38:08 WIB



JAMBERITA.COM, JAKARTA - Bertepatan dengan hari ulang tahun DPR yang ke 73, Rabu, 29 Agustus 2018, DPR RI mengadakan peringatan kelahiran lembaga legislatif ini di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara II, Gedung DPR RI, Jakarta.

Para anggota DPR memperingati ulang tahun lembaganya dengan melangsungkan rapat paripurna yang berintikan acara pidato penyampaian laporan kinerja DPR RI di masa tahun sidang 2017 – 2018. Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, memberikan pidato dimaksud.

Dalam pidatonya, Bamsoet, begitu beliau biasa disapa, menggarisbawahi posisi DPR sebagai garda terdepan merawat dan menjaga rumah bersama bernama Indonesia dengan empat pilar penyangganya: Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Bamsoet memaparkan hasil survei Lemhanas yang mengindikasikan lemahnya ketahanan ideologi dan politik dalam kurun 2010 – 2016.

Indeks ketahanan ideologi yang meliputi variabel berupa toleransi, kesederajatan dalam hukum, kesamaan hak kehidupan sosial dan persatuan bangsa cenderung terus merosot dengan skor 2,13 pada 2010 menjadi 2,06 pada 2016.

Bamsoet menambahkan hasil Survei Nilai-nilai Kebangsaan (SNK) dari BPS pada 2015 yang menunjukkan data mengkhawatirkan: 18 dari 100 orang Indonesia tidak tahu judul lagu kebangsaan; 53% tidak hafal lirik lagu kebangsaan dan 24 dari setiap 100 orang Indonesia tidak hafal sila-sila Pancasila.

Dimintai tanggapannya pasca mengikuti peringatan ulang tahun DPR ke 73, Ihsan Yunus, anggota DPR dari Komisi VI, Fraksi PDI Perjuangan, mengamini pidato Bamsoet. “Pekerjaan rumah yang menanti DPR itu tidak hanya mengawal pembangunan fisik, infrastruktur, yang tengah digalakkan untuk mendorong perekonomian.

DPR juga harus menjadi pengawal terdepan ketahanan ideologi bangsa. Seperti disampaikan Ketua DPR tadi, jangan sampai kerentanan kita sebagai bangsa dimanfaatkan untuk memecah belah rakyat. Hal ini tentunya berbahaya karena dapat saja memudahkan masuknya paham-paham transnasional yang coba mengganti ideologi kita, Pancasila,” ujar Ihsan.

Dalam momen ulang tahun DPR ini, Ihsan memiliki harapan DPR ke depannya dapat meraih hal-hal positif dan memperbaiki citranya di tengah masyarakat.

"Kita tidak bisa pungkiri buruknya citra DPR. Beberapa anggota DPR tersandung kasus korupsi, bahkan ada yang ditangkap tangan KPK. Kinerja DPR dipertanyakan, banyak RUU tidak kunjung selesai sesuai target dalam Prolegnas. Belum lagi anggapan soal arogansi anggota DPR yang merasa dilindungi undang-undang. Ini harus diperbaiki. DPR ke depannya harus menjaga integritasnya dan tidak mudah tergoda rayuan uang, produktivitas dalam penyelesaian RUU harus ditingkatkan setiap tahunnya dan DPR harus duduk sejajar bersama rakyat, memikul amanat penderitaan rayat atau selalu diingatkan Ibu Megawati, Ketua Umum kami, para wakil rakyat harus selalu menangis dan tertawa bersama rakyat. Daripada itu saya pribadi dan saya harapkan segenap anggota DPR, harus siap kerja, kerja dan kerja untuk jadikan citra DPR yang lebih baik,” pungkas Ihsan lebih jauh.(*/sm)



Artikel Rekomendasi