JAMBERITA.COM -Dinas Kesehatan Provinsi Jambi ini mengajak masyarakat khususnya orang tua untuk tidak takut mengizinkan anaknya diimunisasi. Apalagi sudah ada fatwa MUI yang membolehkannya.
Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi Eva Susanti mengatakan, eliminasi penyakit campak Measles Rubella melalui imunisasi vaksin terus dilakukan.
"Pertama, imunisasi ini sangat penting, karena kita ingin mencapai kekebalan lingkungan," ungkapnya saat dikonfirmasi Jamberita.com pagi ini via telepon genggamnya, Kamis (23/8/2018).
Eva mengatakan, berawal dari permasalahan penyakit campak rubella apabila menyerang anak anak dan menular pada ibu hamil, selintas seperti biasa munculnya bintik bintik merah, panas, dan bahkan menyebabkan kematian.
"Kalau virus ini banyak beredar di masyarakat, tentunya orang yang kita takutkan itu ibu-ibu hamil yang terkena. Kalau ibu-ibu hamil terkena, anaknya akan cacat, tuli, buta dan otak akan mengecil, itu yang berbahaya," terangnya.
Untuk mencapai supaya kekebalan lingkungan ini tercapai, kata Eva 95 persen menjadi sasaran pihaknya itu, anak usia dari 9 bulan sampai dengan 15 tahun harus diimunisasi.
"Manfaatnya lebih banyak, kebading mudarat atau sesuatu yang tidak menguntungkan," jelasnya.
Artinya pihaknya tetap menjalankan imunisasi dan menghimbau masyarakat Jambi khususnya agar dapat lebih mengetahui atau berpandangan positif terkait pentingnya imunisasi.
"Itu yang kita harapkan, tapi kita tidak juga memaksakan bagi masyarakat yang memang menolak atau menunda, gitukan. Sampai saat ini dari kementrian kesehatan akan mendorong secepatnya untuk menggunakan vaksin yang memang sudah bersertifikat halal, tapi sampai sekarang itulah yang dipakai," katanya.
Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun, kata Eva, telah memperbolehkan menggunakan vaksin ini karena (mubah). Sehingga tidak ada lagi yang lain sampai sekarang dan masyarakat tidak perlu takut untuk mencapai kekebalan imunisasi.
"Kita harus beramai ramai untuk mencapai kekebalan lingkungan, kita tidak ingin generasi-generasi yang dilahirkan itu cacat, " pungkasnya.(afm)
Lakukan Optimalisasi Sosialisasi MPR, SAH Dialog Dengan Para Pekerja Harian Lepas
Fachrori Open House Idul Adha di Rumah Dinas Gubernur Jambi.
RSUD Raden Mattaher Potong 6 Ekor Sapi Untuk Masyarakat Sekitar
Safwan Mahasiswa Korban Dugaan Pengeroyokan di UIN STS Jambi Melapor ke Polda
Soal Kantor GoJek Disegel, Fasha: Bentuk Usaha Yang Merugikan Masyarakat Tutup Saja!
Perkuat Pelaporan - Program Kekayaan Intelektual, Kadiv Yankum Jambi Datangi DJKI Kemenkum RI


