JAMBERITA.COM - Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UINSTS) Provinsi Jambi Ari Kurniadi membantah adanya dugaan pengeroyokan terhadap Mahasiswa.
Malah dirinya menuding bahwa dugaan korban tersebut, telah melanggar peraturan kampus dan panitia.
"Mereka (korban) itu tidak ada izin dan melanggar aturan kampus maupun panitia, sangat melanggar makanya ditertibkan oleh panitia," ungkapnya saat dikonfirmasi Jamberita.com Selasa (21/8/2018).
Ari menjelaskan, terkait viralnya kejadian tadi sore (20/8/2018) di kawasan UIN dugaan adanya pengeroyokan, itu tidak benar.
Menurutnya, kenapa panitia sedikit represif kepada mereka yang katanya menjadi korban, itu disebabkan mereka sudah ditegur terlebih dahulu secara baik-baik. Tetapi tidak diindahkan. Tetap ngotot hingga terjadilah suatu keributan dengan panitia.
"Tidak ada pengeroyokan, saya tahu betul kondisi panitia yang menertibkan, adik saya salah satu panitia itu sedang tidak sehat sehingga jangankan mau mukul, mau bergerak leluasa saja susah," terangnya.
Malah Ia menuduh yang menjadi (korban) yang melakukan penyerangan dan perlawanan terhadap pihak panitia. Maka terjadilah bentrok antar kedua belah pihak, kata Ari bukan tiba-tiba dikeroyok. "Saya tau kejadian ini sudah malam, pulang sore tadi habis shalat magrib istrhat, ketiduran jam 10 an, bangun dan melihat sudah viral di media," jelasnya.
Makanya, slaku Presiden Mahasiswa, dirinya mengambil sikap unttuk menghubungi Ketua Organisasi tersebut, namun tidak ada tanggapan dari pihak yang diduga menjadi korban pengeroyokan.
"Saya WhatsApp tidak dibalas, saya telpon tidak diangkat, saya ingin hal ini di selesaikan dengan cara yang baik, karena saya selaku pemimpin mahasiswa di kampus, selaku presiden mahasiswa, oleh karana itu saya bertanggungjawab dan ingin melakukan komunikasi yang baik namum belum ada respon hingga saat ini," pungkasnya.(afm)
Disdik Provinsi Tanggapi Demo di SMAN 7 Muaro Jambi, Begini Katanya
Ini Peserta Lelang Jabatan Eselon II Pemprov Jambi yang Dinyatakan Lulus Administrasi
Ratusan Rekening Bodong Ternyata Milik Bendaharawan Disdik Provinsi Jambi, Begini Penjelasannya
Perkuat Pelaporan - Program Kekayaan Intelektual, Kadiv Yankum Jambi Datangi DJKI Kemenkum RI


