Akreditasi RSUD Raden Mattaher Jambi, drg Iwan Optimis Pertahankan Predikat Paripurna



Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:01:11 WIB



Foto : Direktur RSUD Raden Mattaher Jambi/JMB.
Foto : Direktur RSUD Raden Mattaher Jambi/JMB.

JAMBERITA.COM - RSUD Raden Mattaher Jambi menjalani survei akreditasi rumah sakit oleh Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Indonesia (LARSI) pada 13–14 Oktober 2026. Penilaian ini menjadi momentum bagi manajemen untuk mengevaluasi mutu pelayanan, kelengkapan fasilitas, serta kesesuaian pelaksanaan pelayanan dengan standar yang ditetapkan.

Gubernur Jambi Al Haris secara resmi membuka rangkaian penilaian akreditasi tersebut di ruang Diklat RSUD Raden Mattaher Jambi, Selasa (13/10/2026).

Direktur RSUD Raden Mattaher Jambi, drg. Iwan Hendrawan, M.ARS, menyatakan optimistis rumah sakit yang dipimpinnya dapat mempertahankan predikat akreditasi Paripurna. Optimisme itu didasarkan pada data operasional rumah sakit dan hasil evaluasi pelayanan di lapangan.

Iwan mengatakan, manajemen terus mengevaluasi layanan unggulan serta melakukan perbaikan pada sejumlah aspek yang dinilai masih perlu ditingkatkan. Salah satu perhatian utama adalah mempercepat waktu pelayanan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD), dengan target durasi pelayanan di bawah enam jam.

Menurutnya, waktu pelayanan setiap pasien dapat berbeda, bergantung pada kondisi klinis, jenis penyakit, kebutuhan pemeriksaan, serta tindak lanjut medis yang diperlukan.

"Karena itu, evaluasi pelayanan tidak dapat hanya berpatokan pada durasi waktu, tetapi juga harus mempertimbangkan kebutuhan medis dan keselamatan pasien," tegasnya.

Iwan mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang harus dibenahi. Untuk itu, pihaknya tidak hanya menyiapkan dokumen administrasi, tetapi juga memastikan pelaksanaan pelayanan di lapangan sesuai dengan data dan standar yang menjadi indikator penilaian.

"Melalui evaluasi tersebut, manajemen berharap dapat mengidentifikasi kekurangan sekaligus memperkuat mutu pelayanan secara berkelanjutan," jelasnya.

Berdasarkan jadwal survei akreditasi, penilaian pada hari pertama, Selasa (13/10/2026), diawali dengan pertemuan tim surveyor bersama manajemen rumah sakit pada pukul 07.30 WIB.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembukaan, safety briefing, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa, serta presentasi profil rumah sakit dan program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP).

Pada pukul 09.00 WIB, tim melakukan wawancara dengan pimpinan rumah sakit. Agenda ini melibatkan jajaran direksi, Dewan Pengawas, dan Kepala Dinas Kesehatan.

Penelusuran lapangan dimulai pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB, kemudian dilanjutkan kembali setelah istirahat siang, pukul 13.00–15.00 WIB.

Dalam tahapan ini, tiga surveyor dibagi untuk menelusuri kelompok pelayanan dan fasilitas yang berbeda.

Surveyor pertama menelusuri pelayanan, antara lain Instalasi Gawat Darurat (IGD), ambulans, rawat jalan, rawat inap, laboratorium, radiologi, rehabilitasi medik, gizi, dan pendaftaran.

Surveyor kedua menelusuri pelayanan lainnya, termasuk farmasi, logistik, serta sejumlah unit yang berkaitan dengan pelayanan dan komunikasi rumah sakit.

Sementara itu, surveyor ketiga menelusuri fasilitas pendukung, meliputi rekam medis, sistem teknologi informasi, sarana dan prasarana, pengelolaan limbah, linen, ruang jenazah, ruang administrasi dan manajemen, parkir, pengelolaan air bersih, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), genset, gas medis, hingga Central Sterile Supply Department (CSSD).

Penelusuran tersebut menjadi bagian penting untuk melihat kesesuaian antara kebijakan dan dokumen rumah sakit dengan pelaksanaan di lapangan.

Hari Kedua, Penilaian Berlanjut pada Sistem Pengelolaan Obat hingga Rekam Medis

Pada Rabu (14/10/2026), survei memasuki hari kedua dengan agenda yang berfokus pada sejumlah sistem pelayanan, keselamatan pasien, serta kompetensi sumber daya manusia.

Kegiatan diawali dengan briefing harian pukul 08.00–09.00 WIB. Setelah itu, masing-masing surveyor melakukan penilaian sesuai bidangnya.

Surveyor pertama mengagendakan presentasi oleh Komite Peningkatan Kinerja dan Pengembangan Organisasi (PKPO) serta penelusuran sistem pengelolaan obat.

Surveyor kedua melakukan presentasi bersama Komite PPI dan penelusuran sistem Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI). Sementara surveyor ketiga menilai program PMKP melalui presentasi dan penelusuran terkait.

Pada pukul 10.00–11.00 WIB, penelusuran dilanjutkan terhadap pelaksanaan code red dan code blue. Kedua prosedur tersebut berkaitan dengan respons terhadap keadaan darurat, termasuk penanganan kebakaran dan kondisi kegawatan medis sesuai protokol rumah sakit.

Selanjutnya, pukul 11.00–12.00 WIB, ketiga surveyor melakukan telaah rekam medis untuk menilai kelengkapan dokumentasi serta kesesuaian pencatatan dengan pelayanan yang diberikan kepada pasien.

Setelah istirahat siang, penilaian berlanjut pukul 13.00–14.00 WIB dengan agenda kualifikasi staf dan edukasi. Tahapan ini berkaitan dengan kompetensi tenaga kesehatan dan pemenuhan kebutuhan edukasi dalam pelayanan.

Rangkaian survei kemudian memasuki pertemuan tim surveyor pukul 14.00–14.30 WIB, dilanjutkan penyusunan laporan hasil survei pukul 14.30–15.00 WIB.

Agenda hari kedua dijadwalkan berakhir dengan exit meeting pada pukul 15.00–16.00 WIB bersama seluruh peserta.

Survei akreditasi tidak hanya menjadi evaluasi terhadap pemenuhan standar administratif, tetapi juga menguji konsistensi penerapan standar dalam pelayanan sehari-hari.

Bagi RSUD Raden Mattaher sebagai rumah sakit rujukan utama di Provinsi Jambi, hasil evaluasi tersebut penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan daerah.

Optimisme mempertahankan predikat Paripurna yang disampaikan Direktur RSUD Raden Mattaher juga menjadi dorongan bagi manajemen untuk memastikan setiap kekurangan ditindaklanjuti melalui perbaikan nyata.

Kecepatan pelayanan IGD, keselamatan pasien, kompetensi tenaga kesehatan, pengelolaan obat, pencegahan infeksi, kelengkapan rekam medis, dan kesiapan fasilitas menjadi bagian dari aspek yang perlu dijaga secara berkelanjutan.

Dengan demikian, keberhasilan akreditasi diharapkan tidak berhenti pada pencapaian predikat, tetapi juga tercermin dalam pelayanan yang lebih cepat, aman, bermutu, dan dirasakan langsung oleh masyarakat.(afm)





Artikel Rekomendasi