Dorong Bibit Cabai Unggul, Tim PPM Faperta UNJA Kenalkan Inovasi Mikoriza kepada Petani Jambi



Minggu, 13 September 2026 - 20:22:36 WIB



JAMBERITA.COM-Fakultas Pertanian Universitas Jambi (UNJA) terus berupaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM). Salah satu kegiatan tersebut dilaksanakan melalui PPM bertema “Teknologi Pembibitan Cabai Merah Menggunakan Mikoriza untuk Menghasilkan Bibit Berkualitas dalam Budidaya Sayuran Berkelanjutan” di Desa Kasang Kota Karang, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan PPM ini bekerja sama dengan Kelompok Tani Bina Lestari sebagai mitra. Tim PPM diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Budiyati Ichwan, M.S., dengan anggota Prof. Dr. Ir. Zulkarnain, M.Hort.Sc., Prof. Dr. Ir. Eliyanti, M.Si., Prof. Dr. Ir. Anis Tatik Mariyani, M.Si., Elly Indraswari, S.P., M.P., dan Ir. Nyimas Myrna Elsa Fathia, M.P.

Kegiatan diikuti oleh 22 anggota Kelompok Tani Bina Lestari yang diketuai oleh Suparman, S.Kom. Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, terutama karena cabai merah merupakan salah satu komoditas hortikultura bernilai ekonomi penting yang membutuhkan bibit berkualitas untuk mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman secara optimal.

Dalam kegiatan tersebut, tim PPM memberikan pemahaman kepada petani mengenai pentingnya penggunaan bibit berkualitas sebagai salah satu faktor utama keberhasilan budidaya cabai merah. Bibit yang sehat, kuat, seragam, dan memiliki sistem perakaran yang baik dinilai lebih mampu beradaptasi setelah dipindahkan ke lahan serta memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh dan berproduksi secara optimal.

Salah satu teknologi yang diperkenalkan kepada petani adalah pemanfaatan mikoriza dalam pembibitan cabai merah. Mikoriza merupakan cendawan yang dapat bersimbiosis dengan akar tanaman dan membantu tanaman dalam memperoleh unsur hara serta air dari media tumbuh.

“Penerapan teknologi mikoriza dalam pembibitan menjadi salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan untuk menghasilkan bibit berkualitas sekaligus mendukung penerapan budidaya sayuran yang berkelanjutan,” ujar Prof. Budiyati.

Menurutnya, keberhasilan budidaya cabai tidak hanya ditentukan oleh pengelolaan tanaman setelah ditanam di lapangan, tetapi juga dimulai sejak tahap pembibitan. Oleh karena itu, teknologi pembibitan menggunakan mikoriza diharapkan dapat menjadi alternatif yang mudah dipahami dan diterapkan petani sesuai dengan kondisi usaha tani setempat.

Tidak hanya memberikan materi secara teori, tim PPM juga mengajak petani melakukan demonstrasi dan praktik langsung. Peserta diperkenalkan pada berbagai tahapan pembibitan cabai merah, mulai dari penyemaian benih, persiapan media tanam, penanaman bibit dan pemberian mikoriza, pemeliharaan bibit, hingga pengenalan karakteristik bibit cabai yang telah bermikoriza dan siap ditanam di lapangan.

Melalui praktik tersebut, petani memperoleh kesempatan untuk melihat dan mencoba secara langsung teknologi yang diperkenalkan. Kegiatan juga berlangsung interaktif melalui diskusi mengenai berbagai permasalahan pembibitan cabai yang selama ini dihadapi petani di lapangan.

Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan dan pengalaman yang disampaikan selama kegiatan. Hal tersebut sekaligus menjadi masukan bagi tim PPM dalam mengembangkan teknologi budidaya yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat.

Kegiatan PPM ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mentransfer pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat. Kolaborasi antara tim PPM Fakultas Pertanian UNJA dan Kelompok Tani Bina Lestari diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi dapat berlanjut melalui pendampingan dan evaluasi penerapan teknologi di lapangan.

Tim PPM berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga petani mampu memproduksi bibit cabai merah secara lebih mandiri dengan memanfaatkan teknologi mikoriza.

Dengan tersedianya bibit yang sehat dan berkualitas, pertumbuhan tanaman di lapangan diharapkan dapat meningkat, produktivitas cabai menjadi lebih optimal, serta biaya produksi pada tahap pembibitan dapat ditekan.

Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun model budidaya sayuran berkelanjutan di Desa Kasang Kota Karang melalui integrasi antara pengetahuan dan pengalaman petani dengan inovasi teknologi dari perguruan tinggi.

Ke depan, kerja sama antara Fakultas Pertanian UNJA dan Kelompok Tani Bina Lestari diharapkan terus berkembang melalui kegiatan pendampingan, evaluasi penerapan teknologi, serta pengembangan inovasi lainnya pada komoditas hortikultura.

Dengan demikian, PPM ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru kepada petani, tetapi juga diharapkan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan keterampilan, kemandirian, produktivitas, dan kesejahteraan petani sekaligus mendukung pengembangan pertanian hortikultura yang berkelanjutan.

Selengkapnya : www.unja.ac.id





Artikel Rekomendasi