SAH Tegaskan Pemerintahan Prabowo Berhasil Jaga Stabilitas Ekonomi, Rupiah Tetap Terkendali



Minggu, 13 September 2026 - 15:26:14 WIB



JAMBERITA.COM– Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berhasil menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika perekonomian global yang masih penuh tantangan.

Menurut sosok yang dikenal sebagai bapak beasiswa Jambi itu, salah satu indikator yang menunjukkan kondisi ekonomi tetap terkendali adalah pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang relatif stabil pada kisaran Rp17.500-an. Stabilitas tersebut, menurutnya, menjadi sinyal penting bagi dunia usaha, investor, maupun masyarakat.

“Stabilitas ekonomi ini harus kita lihat secara utuh. Ketika nilai tukar mampu bertahan pada kisaran Rp17.500-an di tengah tekanan ekonomi global, itu menunjukkan pemerintah memiliki kemampuan menjaga stabilitas fundamental ekonomi nasional,” ujar SAH.

SAH mengatakan, nilai tukar merupakan salah satu indikator yang sangat sensitif terhadap kondisi ekonomi, terutama terhadap arus modal, perdagangan internasional, inflasi, serta kepercayaan pasar. Karena itu, menjaga stabilitas rupiah bukan pekerjaan sederhana dan membutuhkan koordinasi kebijakan fiskal, moneter, serta sektor riil.

SAH menilai pemerintahan Prabowo juga menghadapi tantangan eksternal yang tidak ringan, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, dinamika suku bunga negara maju, fluktuasi harga komoditas hingga gejolak geopolitik. Dalam kondisi tersebut, stabilitas ekonomi nasional menjadi fondasi penting agar aktivitas dunia usaha dan konsumsi masyarakat tetap berjalan.

“Yang paling penting adalah bagaimana stabilitas ini diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi rakyat. Stabilitas kurs harus diikuti dengan penguatan daya beli, penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi dan pertumbuhan sektor produktif,” katanya.

SAH yang juga dikenal sebagai tokoh yang lama memperjuangkan kepentingan petani menekankan bahwa stabilitas makroekonomi harus memiliki hubungan langsung dengan sektor ekonomi masyarakat. Menurutnya, petani, pelaku UMKM dan dunia usaha daerah membutuhkan kepastian harga, akses pembiayaan serta pasar yang sehat.

Ia menilai keberlanjutan program pemerintah dalam memperkuat swasembada pangan, hilirisasi sumber daya alam, industrialisasi dan pemberdayaan ekonomi rakyat akan menjadi kunci agar stabilitas ekonomi tidak hanya tercermin dalam indikator makro, tetapi juga dirasakan masyarakat di daerah.

“Ekonomi yang stabil harus bermuara pada kesejahteraan. Jangan sampai stabilitas hanya menjadi angka statistik. Kita ingin petani lebih sejahtera, UMKM berkembang, investasi tumbuh dan lapangan kerja semakin terbuka,” tegasnya.

SAH mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha dan pemerintah daerah untuk mendukung kebijakan ekonomi nasional yang berorientasi pada penguatan sektor produktif. Menurutnya, stabilitas ekonomi merupakan modal penting bagi Indonesia untuk mempercepat transformasi ekonomi dan meningkatkan daya saing nasional.

“Pemerintahan Presiden Prabowo sedang membangun fondasi ekonomi yang kuat. Stabilitas harus kita jaga bersama, kemudian kita dorong agar pertumbuhan ekonomi semakin inklusif dan manfaat pembangunan benar-benar sampai ke masyarakat,” pungkasnya.(*)





Artikel Rekomendasi