Selai Pinnea: Inovasi Nenas Sungai Gelam dan Wujud Nyata UNJA sebagai Kampus Berdampak



Sabtu, 12 September 2026 - 15:57:28 WIB



Foto : Olahan Nanas/HMS/JMB.
Foto : Olahan Nanas/HMS/JMB.

JAMBERITA.COM-Komoditas nenas kini tidak hanya dipandang sebagai produk pertanian biasa, melainkan telah bertransformasi menjadi solusi berbasis alam (nature-based solutions) yang efektif untuk mencegah kebakaran lahan gambut. Salah satu upaya tersebut dilakukan Kelompok Wanita Tani (KWT) Cemara, Kecamatan Sungai Gelam melalui pengolahan nenas lokal menjadi produk selai bermerek Pinnea.

Pengembangan produk olahan nenas tersebut mendapat pendampingan dari Pusat Studi Pembangunan Perdesaan Inklusif dan Ketahanan Pangan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jambi (UNJA). KWT Cemara merupakan salah satu Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) yang berada di bawah naungan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Multi Usaha Mandiri, Sungai Gelam.

Pengembangan budidaya nenas di lahan gambut terbukti mampu menjaga kelembapan tanah sekaligus mengurangi risiko kebakaran lahan. Di sisi lain, pengolahan hasil panen menjadi selai memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat, khususnya bagi kelompok Ibu-ibu tani di wilayah Sungai Gelam.

Melalui inovasi tersebut, nenas tidak hanya memberikan manfaat dari sisi ekologis, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha produktif berbasis potensi lokal. Produk selai nenas Pinnea diharapkan mampu menjadi salah satu produk unggulan yang memiliki daya saing sekaligus memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat desa.

Tidak berhenti pada aspek produksi, Pusat Studi Pembangunan Perdesaan Inklusif dan Ketahanan Pangan LPPM UNJA turut mengambil peran dalam memfasilitasi akses dan membangun jejaring pemasaran. Langkah ini diambil guna memastikan produk olahan KWT Cemara dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan memiliki keberkelanjutan usaha.

“Mudah-mudahan produk ini nanti tidak hanya menghasilkan dari sisi ekonomi, tetapi juga memberikan peluang kerja kepada masyarakat,” ujar Prof. Amirul.

Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat perdesaan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata Universitas Jambi dalam mewujudkan “Kampus Berdampak”. Melalui hilirisasi riset dan pendampingan pengabdian masyarakat ini selaras dengan kebijakan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang mendorong perguruan tinggi untuk memberikan kontribusi langsung, nyata, dan solutif bagi pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat.(silvi) 

Selengkapnya : www.unja.ac.id





Artikel Rekomendasi