Sulap Limbah Bawang & Jagung, Mahasiswa UNJA Ciptakan Teh Antivirus hingga Jebol Pendanaan Menteri



Kamis, 10 September 2026 - 14:59:49 WIB



JAMBERITA.COM - Siapa sangka, limbah dapur dan pertanian yang kerap berakhir di tempat sampah kini menjelma jadi inovasi kesehatan bernilai tinggi. Di tangan lima mahasiswa lintas jurusan Universitas Jambi (UNJA), racikan kulit bawang merah dan rambut jagung disulap menjadi Teh Niraga, sebuah formulasi teh polyherbal yang berpotensi menjadi antivirus demam berdarah (dengue) sekaligus antioksidan alami.

Inovasi brilian ini tak hanya memikat perhatian civitas akademika, tetapi juga sukses menembus seleksi ketat tingkat nasional hingga meraih pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam program Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) 2026. Proposal bertajuk “Eksplorasi Khasiat Polyherbal Teh Niraga sebagai Antioksidan dan Antivirus Dengue untuk Pengembangan Fitofarmaka: Studi In Vitro dan In Silico” ini berhasil menyisihkan puluhan ribu usulan dari perguruan tinggi se-Indonesia.

Tim yang dipimpin oleh Muhammad Faris Rizqullah (Kedokteran 2023) bersama Nurul Fathiah Azzahra (Kedokteran 2023), Anjeli Bismi Arsy (Biologi 2024), Kireina Nurfadhillah (Kedokteran 2024), dan Arum Kinasih Ramadhani (Farmasi 2024) ini berangkat dari keprihatinan atas tingginya kasus demam berdarah di Indonesia, termasuk di Provinsi Jambi. Sementara itu, pilihan terapi obat herbal antivirus alami masih sangat terbatas.

“Rambut jagung dan kulit bawang merah selama ini hanya menjadi limbah pertanian yang dibuang begitu saja, padahal kandungan senyawa fenolik dan flavonoidnya berpotensi besar sebagai sumber antioksidan alami,” terang Faris Rizqullah.

Melalui formulasi Teh Niraga, limbah bernilai fenolik tinggi tersebut dipadukan dengan tanaman meniran serta pemanis alami stevia. Langkah ini tidak hanya menawarkan kandidat terapi alami baru, tetapi juga mendukung prinsip ekonomi sirkular dengan memanfaatkan limbah organik.

Dibimbing oleh dosen I Made Dwi Mertha Adnyana, M.Ked.Trop., tim riset UNJA melangkah lebih jauh dengan menerapkan dua jenis pengujian ilmiah mendalam yang langsung di laboratorium untuk melihat efektivitas ekstrak Teh Niraga dalam melawan virus dengue dan mengikat radikal bebas. Kemudian, pendekatan komputasional molekuler untuk memetakan bagaimana senyawa aktif dalam teh bekerja secara presisi menekan target protein virus.

Lolosnya proposal ini menjadi langkah awal bagi tim UNJA untuk membuktikan validitas riset mereka di lapangan. Dengan dana hibah yang didapatkan dari kementerian, tim menargetkan dapat melahirkan data pendukung yang kuat untuk pengembangan obat herbal terstandar (fitofarmaka), sekaligus mengamankan tiket menuju ajang bergengsi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) pada Oktober 2026 mendatang.(afm)

Selengkapnya : www.unja.ac.id





Artikel Rekomendasi