SAH Minta Pemda Jambi Perkuat Dukungan Program Hilirisasi Sawit



Rabu, 09 September 2026 - 16:59:25 WIB



JAMBERITA.COM– Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM, meminta pemerintah daerah memberikan dukungan lebih kuat terhadap program hilirisasi kelapa sawit di Provinsi Jambi.

Menurut Sutan Adil Hendra (SAH), hilirisasi sawit merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan sekaligus memperkuat kesejahteraan petani. Jambi sebagai salah satu daerah penghasil sawit memiliki peluang besar untuk tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga mengembangkan industri pengolahan di daerah.

“Pemerintah daerah harus hadir memberikan dukungan terhadap hilirisasi sawit. Jangan sampai kita hanya menghasilkan bahan baku, sementara nilai tambah dan keuntungan terbesar justru dinikmati daerah lain,” ujar SAH.

Ia menilai dukungan pemerintah daerah dapat diwujudkan melalui penyederhanaan perizinan, penyediaan infrastruktur pendukung, penguatan kemitraan antara petani dan industri, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif.

SAH juga mendorong agar pembangunan industri hilir sawit melibatkan petani secara langsung. Dengan demikian, hilirisasi tidak hanya menjadi agenda investasi, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap pendapatan masyarakat perkebunan.

“Petani harus menjadi bagian penting dari rantai nilai hilirisasi. Ketika industri tumbuh, petani juga harus ikut merasakan peningkatan nilai ekonominya,” katanya.

Selain meningkatkan nilai tambah, menurut SAH, hilirisasi sawit dapat membuka lapangan kerja baru, memperluas basis ekonomi daerah, meningkatkan penerimaan daerah, serta mendorong tumbuhnya usaha mikro, kecil dan menengah di sekitar kawasan industri.

Karena itu, ia meminta pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota membangun sinergi dengan pemerintah pusat, pelaku usaha, perbankan, koperasi, dan kelompok tani untuk mempercepat ekosistem hilirisasi sawit.

SAH menegaskan, kebijakan hilirisasi harus dilakukan dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kepentingan masyarakat. Pengembangan industri sawit, kata dia, harus berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas perkebunan rakyat dan tata kelola perkebunan yang baik.

“Jambi memiliki modal besar berupa perkebunan sawit rakyat. Tinggal bagaimana modal ini kita dorong menjadi kekuatan industri yang menghasilkan nilai tambah dan kesejahteraan. Pemerintah daerah harus menjadi penggerak dan fasilitator,” tegasnya.

Ia berharap dukungan pemerintah daerah terhadap hilirisasi sawit dapat semakin konkret sehingga Jambi mampu naik kelas dari daerah penghasil komoditas menjadi daerah yang memiliki industri pengolahan sawit yang kuat dan berdaya saing.

Dengan penguatan hilirisasi, SAH optimistis sektor perkebunan sawit dapat menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi Jambi sekaligus memperkuat posisi petani sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi daerah.(*)





Artikel Rekomendasi