JAMBERITA.COM - Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin mengungkapkan kondisi terkini Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Jambi. Dalam paparannya, berdasarkan data periode 1 Januari hingga 29 Agustus 2026, total luasan Karhutla mencapai 1.776,56 Hektare (HA).
Adapun Luasan yang terbesar tercatat di Kab Sarolangun seluas 473,64 Ha, Batang Hari 374,50 Ha, Muaro Jambi 325 Ha dan Tanjabbar 292,30 Ha. Dari pemantauan satelit Terra-Aqua SNPP dan NOAA 20 dengan tingkat confidence di atas 50 persen, tercatat 5.102 hotspot.
Menurutnya, Provinsi Jambi sepanjang periode tersebut, jumlah hotspot mengalami lonjakan pada Agustus yang mencapai 3.156 titik, jauh meningkat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Danrem juga menyampaikan hingga 29 Agustus 2026 tercatat 531 kejadian Karhutla di Provinsi Jambi. Untuk memperkuat penanganan, telah dibentuk 81 pos yang tersebar di wilayah prioritas dengan dukungan personel lintas sektor.
“Operasi penanganan direncanakan berlangsung selama 90 hari pada Juli hingga September 2026,” kata Danrem di Rakor Penanganan Karhutla di Rumdis Gubernur Jambi, Senin (31/8/2026).
Danrem menekankan bahwa strategi penanganan harus mengedepankan pencegahan, deteksi dini, patroli, pemantauan dan respons cepat. “Penanganan tidak boleh hanya dilakukan setelah kebakaran terjadi, tetapi harus dimulai dari upaya mencegah api berkembang,” pungkasnya.(afm)
Nah, KUA-PPAS APBD 2027 Sudah Disepakati : Selisih Rp25 Miliar di Disdik dan PUTR Baru Terkuak
SAH Tegas Pertahanan Nasional Prioritas Presiden Prabowo Menjamin Keberlanjutan Pembangunan
FH Unja Edukasi 1.000 Lebih Pelajar SMAN 1 Muaro Jambi soal Kawasan Tanpa Rokok
Modus Minta Antar dan Beli Rokok : Pemuda di Jambi Diduga Gelapkan Motor, Kini Dilapor ke Polisi
Kasus Pelabuhan Ujung Jabung Disorot, Pengamat : Jangan Tebang Pilih hingga Sentil RTH Eks Angso Duo
Kejati Jambi Tetapkan LK Tersangka Baru Dalam Kasus Pengadaan Tanah Pelabuhan Ujung Jabung
Gubernur Al Haris Sampaikan Nota Keuangan Perubahan APBD 2026



