JAMBERITA.COM – Tim Dosen Kebidanan Universitas Baiturrahim (UBR) Jambi kembali turun ke tengah masyarakat untuk memberikan gebrakan baru dalam dunia kesehatan. Kali ini, Kelurahan Solok Sipin menjadi pusat perhatian melalui program Pendidikan Kesehatan yang unik dan inovatif, Kamis (23/4/2026).
Bukan sekadar sosialisasi biasa, para pakar kebidanan UBR ini mengedukasi para kader dan ibu hamil mengenai Terapi Komplementer berbasis kearifan lokal. Program ini merupakan bagian nyata dari komitmen kampus dalam Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.
Terapi komplementer yang memanfaatkan potensi lokal kini menjadi tren kesehatan yang dikembangkan oleh UBR. Tujuannya jelas: meningkatkan peran kader Posyandu agar mampu mendampingi ibu hamil dengan metode yang aman, alami, dan mudah dijangkau.

Gebrakan ini dipimpin langsung oleh para srikandi kesehatan UBR Jambi Bdn. Gustina, M.Keb, Bdn.Tuhu Perwitasari, M.Keb, Nurbaiti, M.Kes, Bdn. Laida Sanilpa Tiwi, M.Kes dan Bdn. Ira Sulistiawati, MTr.Keb.
Dimana pemilihan wilayah kerja Kelurahan Solok Sipin dianggap strategis untuk memperkuat sistem kesehatan berbasis komunitas. Para peserta nampak antusias mempelajari bagaimana kearifan lokal bisa disinergikan dengan ilmu kebidanan modern untuk memantau kesehatan ibu dan janin.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa ibu hamil di Jambi mendapatkan perlindungan kesehatan yang maksimal dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar mereka," ujar Gustina.
Gebrakan ini membuktikan bahwa Universitas Baiturrahim Jambi tidak hanya jago di dalam kelas, tapi juga hadir menjadi solusi nyata bagi kesehatan masyarakat di akar rumput.(afm)
Dorongan Edi Purwanto di Pusat : Kepala Bappeda Pastikan Berkas Inpres Jalan Padang Lamo Rampung
Keren! Dosen Kebidanan UBR Jambi Sulap Kearifan Lokal Jadi Terapi Bumil di Solok Sipin
Perkuat Sinergi Tri Dharma, UBR Sukses Jadi Tuan Rumah Halal bi Halal APTISI & HPTKes se-Jambi
Inovasi Digital UNJA Mendunia! Delegasi Dosen JISIP Jadi Pembicara Utama di NIDA Thailand


Kemenkum Jambi Harmonisasikan Ranpergub Mitigasi Banjir dan Insentif Pajak Daerah


