Hilal Tak Terlihat, Kakanwil Kemenag Jambi : Kita Tunggu Pengumuman Resmi



Minggu, 10 Maret 2024 - 21:41:59 WIB



JAMBERITA.COM- Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jambi melakukan pemantauan hilal untuk penetapan awal bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah di Rooftop Gedung Laboratorium MTS N 2 Kota Jambi.

Tim memantau hilal menggunakan 4 alat teleskop diikuti oleh Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, MUI Provinsi Jambi, BMKG, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dan stakeholder terkait sudah siap melakukan pemantauan hilal sejak dari sore.

Setelah pemantauan, Ketua tim Pemantau Hilal Provinsi Jambi Ahmadi mengatakan Ijtima' menjelang ramadhan terjadi pada akhir syaban 1445 hijrah pada 10 Maret 2024 pukul 16:00 WIB.

"Berdasarkan pemantauan tadi, ketinggian hilal di Kota Jambi sudah diatas ufuk yaitu 0 derajat 44,25 menit, sudut elongasi bulan 2 derajat 32,32 menit, umur bulan 2 jam 19 menit dan lama hilal 4 menit 49 detik," katanya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan setelah dilakukan pengamatan bulan pada saat matahari terbenam pukul 18:19 WIB sampai dengan hilal terbenam pukul 18:24 wib oleh Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Provinsi Jambi. "Maka kami sampaikan hasilnya, bahwa hilal tidak terlihat," ucapnya.

Sementara, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi Ibnu menyebutkan ada beberapa faktor yang menyebabkan hilal tidak nampak diantaranya karena cuaca berawan.

"Bahwa memang sampai sore ini, tinggi hilal elongasi dan bulan masih belum memenuhi. Dan menurut BMKG cuacanya berawan sehingga sampai saat ini hilal belum terlihat," sebutnya 

 Ketua MUI Provinsi Jambi

MUI Provinsi Jambi Hadri Hasan menyatakan bahwa berdasarkan pemantauan tersebut belum di pastikan

kelihatan hilalnya.

"Kita belum bisa memastikan bahwa hilal kelihatan, karena masih berada di bawah derajat yang semestinya,"katanya.

Disisi lain, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jambi Zoztafia menyebutkan

hasil rukyatul hilal ini akan segera dilaporkan ke Tim Falakiyah Kementerian Agama RI sebagai bahan pertimbangan sidang Isbat Kementerian Agama RI.

"Hilal belum terlihat di Provinsi Jambi dan penentuan 1 Ramadan atau mulainya puasa kita tetap berpegang teguh pada keputusan pemerintah," sebutnya.

Selain itu, Zoztafia juga mengatakan misalnya ada perbedaan penetapan pelaksanaan puasa 1 Ramadhan pihaknya berharap agar semua masyarakat saling memaklumi dan mentoleransi.

"Prinsipnya kita bersatu dalam perbedaan. Saya kira kita sudah biasa menerima perbedaan. Sejauh yang kita alami selama ini perbedaan tidak menimbulkan dampak-dampak negatif dalam keberagaman kita. Kami berharap agar kiranya kita menunggu pengumuman resmi dari pemerintah RI tentang penetapan 1 Ramadhan," pungkasnya. (Tna)





Artikel Rekomendasi