ARTIKEL - Serba Serbi Pemilu 2024, berbagai komentar dan kata bijak selalu menjadi perhatian publik termasuk dalam menyampaikan kritik dan saran melalui berbagai saluran pun dilakukan. Baik itu melalui media sosial, media massa, dan mainstream, maupun pesan komunikasi massa lainnya.
Seperti misalnya di Jalan Kali Batas Desa Pematang Gajah Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko) Kabupaten Muaro Jambi. Tepatnya jalan penghubung antara wilayah Kota Jambi dengan Kabupaten Muaro Jambi, terlihat adanya tulisan dengan kata bijak yang cukup menggugah.
Tulisan itu pun cukup menarik perhatian dan menjadi perbincangan bagi setiap masyarakat yang melihat setelah melintas disana. Tulisan itu cukup sederhana dengan menggunakan cat pilok berwarna putih dan kombinasi kehijauan, menempel di dinding seng dekat salah satu Bengkel Las Tralis.
Sekalipun sederhana. Namun kata dan bahasa yang ditulis cukup menggugah sebuah kesadaran. Dengan diartikan betapa rusak nya tatanan moral dalam masyarakat serta dampak yang didapat, apabila dalam setiap kontestan itu diselubungi dengan money politik.
Berikut tulisannya : "Ku Gadai Desaku Rp200.000 Selama 5 Tahun," tulisnya di dinding seng tersebut. Dengan ditambah kata kata seolah bertanya ? Serius nanya. "Koruptor makan apa,?" tulisnya lagi dengan kata Canda Koruptor.
Menurut para ahli, bahwa Money Politic atau jual beli suara pada dasarnya adalah membeli kedaulatan rakyat. Selain itu, rakyat yang menerima uang sebenarnya menggadaikan kedaulatannya untuk masa waktu tertentu.
Dan berdasarkan penelusuran redaksi jamberita.com, bahwa Larangan politik uang juga tertuang pada Pasal 278 ayat (2), 280 ayat (1) huruf j, 284, 286 ayat (1), 515 dan 523 UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.
Seperti kita ketahui bersama bahwa penyelenggaraan pesta demokrasi Pemilu 2024 telah kita lalu bersama pada 14 Februari 2024 lalu, mulai dari pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) RI, masyarakat juga memilih calon anggota legislatif tingkat DPR RI, DPD RI dan DPRD Kab/Kota dan Provinsi.
Dimana mereka para peserta pun tentu telah mengikuti berbagai tahapanan kampanye, sosialisasi menjemput aspirasi agar meraih jabatan politik. Tapi perlu juga diingat dalam meraih suatu kemenangan, pastinya dengan cara cara mulia tanpa harus melanggar aturan, salah satunya tidak menggunakan politik uang (Money Politic).
Penulis : Arief Martaguna
Hari Kesaktian Pancasila, SAH Ajak Generasi Muda Amalkan Nilai-Nilai Pancasila
Universitas Baiturrahim Tebar Keberkahan: 6 Hewan Kurban Jadi Simbol Kepedulian di Iduladha 1447 H
Kekeluargaan & Keteladanan : Saat Prof Helmi Maknai Nilai Kurban dalam Kehidupan Sehari-hari
Aplikasi SiRekap KPU Untuk Pemilu Transparan, Apa Masalahnya?
Siapkan Akreditasi Unggul, FKIP UNJA Gelar Workshop Penjaminan Mutu



