Cek Pembangunan Stockpile Batubara PT SAS, Sekda Provinsi Jambi : Hanya 8 Rumah yang Terdampak



Jumat, 05 Januari 2024 - 15:42:26 WIB



Sekda Provinsi Jambi Sudirman Saat di Lokasi.
Sekda Provinsi Jambi Sudirman Saat di Lokasi.

JAMBERITA.COM- Sekda Provinsi Jambi Sudirman bersama pihak terkait mengecek langsung pembangunan stockpile batubara oleh PT. Sumber Anugerah Sukses (SAS) di Kecamatan Aurkenali, Kota Jambi, Jum'at (5/1/2024).

"Peninjauan hari ini terkait dengan stockpile PT.SAS, bersama kami Polda, TNI juga ada, kemudian kami dari Pemda dari Kades atau Lurah juga hadir. Kita ingin memastikan betul bahwa sejauh mana pembangunan jalan dan juga stokpile itu berpengaruh signifikan dengan warga," katanya.

Menurut Sudirman setelah dicek ke lapangan, hanya beberapa rumah saja yang terdampak yang nantinya akan ada negosiasi lebih lanjut antara pihak perusahan dengan warga tersebut.

"Hanya beberapa rumah itu yang akan terdampak pembangunan jalan, sekitar 8 rumah. Nanti akan ada negosiasi lebih lanjut antara PT. SAS dengan warga, mudah-mudahan karena ini untuk kepentingan umum dalam rangka mengatasi angkutan batubara untuk memiliki jalan khusus, mudah-mudahan bisa disepakati,” ujarnya. 

Dikatakan Sudirman, PT. SAS harus mengupayakan agar tidak ada warga yang dirugikan dalam pembangunan stockpile dan jalan khusus."Kesepakatan antara PT. SAS dan warga yang rumahnya terdampak adalah untuk bisa ganti untung, dan tidak ada yang dirugikan,” pintanya.

Selanjutnya kata Sudirman, dalam pengecekan lokasi tersebut pihaknya meninjau titik paling terdekat antata warga dengan stockpile, itu yang terdekat yaitu warga Mendalo Lalut yak i sekitar 800 Meter sampai dengan 1 Kilo Meter. 

"Sudah bisa kita cek betul, jadi dibelakang kita itu lokasi stoppilenya dan jauh dengan warga. Warga paling terdekat di Desa Mendalo Laut sekitar 800 meter hingga 1 kiloan, artinya kalau dari sisi regulasi ini bisa memungkinkan untuk diteruskan kalau persoalan dampaknya segala macam itu bisa juga bisa dikomitmenkan. Amdalnya sudah dibuat, tinggal komitmen dari PT. SAS untuk patuh dari undang-undang, jika tidak patuh terhadap undang-undang, ya sudah kita stop saja,” tegasnya. 

Sudirman menyampaikan, sejauh ini dari sisi peninjauan di lapangan dan kajian Yuridis dan izin-izin yang sudah diperoleh dapat disampaikan bahwa pekerjaan ini bisa diteruskan dengan tetap mengacu kepada Amdal. "Saya pikir sudah bisa terus berjalan, tinggal bagaimana menegosiasikan dengan masyarakat yang terdampak secara khusus, ada 8 rumah tadi yang berdekatan dengan jalan, bukan dengan stockpile. Nanti barangkali dampak-dampak seperti kebisingan, debu, nanti bisa dipahami oleh PT. SAS sesuai dengan Amdal,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sudirman menegaskan setelah peninjauan ini tim akan kembali bertemu untuk memutuskan rekomendasi yang akan dilakukan.“Tahap selanjutnya kita rumuskan terlebih dahulu, akan diinformasikan seperti apa rekomendasi nya, kalau memang bisa jalan silakan jalan, sekarang bagaimana pendekatan PT. SAS kepada masyarakat,” harapnya. 

Sementara itu, Direktur PT. SAS Fauzan menyatakan bahwa semua potensi dampak yang ditimbulkan dari aktivitas batubara itu nanti sudah ada kajiannya didalam AMDAL. “Skema dari ganti untung dilakukan dari negosiasi dengan masyarakat, kita sudah masuk kesana sebelum-sebelumnya dengan masyarakat, kedepannya tinggal kita dengan masyarakat. Dan sebelum ini semua bergulir kita sudah mengerjakan AMDAL, sudah masuk ke provinsi, ke pusat dan segala macam disitu, ada bagian-bagian apa saja yang harus dikerjakan, ya lingkungan, semuanya sudah disusun dan dibentuk oleh undang-undang dan di peraturan, kita hanya mengikuti saja, semuanya sudah tercantum dalam peraturan tersebut,” ungkapnya. 

Fauzan juga menyakinkan bahwa keberadaan stockpile tersebut tidak akan menyebabakan kerusakan dan polusi. “Reduksi dari debu masih bisa terkurangi oleh penghijauan. Ada 2 sampai 3 hektar menampung, ada truk, bis tapi itu tidak lama langsung dari situ masuk langsung ke tongkang langsung jalan dan langsung jalan aliran sungai, kita juga bikin gorong-gorong untuk mereduksi dan mencegah batu jatuh ke sungai. Kita akan tunggu keputusan dari tim," pungkasnya.(afm)





Artikel Rekomendasi