Saraf Terjepit Wajib Operasi atau Mitos? Ternyata Ini Faktanya!



Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:47:50 WIB



Foto : dr. Husnul Verdian, Sp.oT RS Siloam dalam persentasinya di Media Gathering, Sabtu (25/7/2026).
Foto : dr. Husnul Verdian, Sp.oT RS Siloam dalam persentasinya di Media Gathering, Sabtu (25/7/2026).

JAMBERITA.COM - "Saraf terjepit pasti berakhir di meja operasi." Kalimat ini sering kali jadi hantu menakutkan bagi siapa pun yang mulai merasakan nyeri di area pinggang dan punggung. Namun, apakah mitos tersebut benar? Dr. dr. Husnul Verdian, Sp.OT, Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi dari RS Siloam Jambi, justru menegaskan bahwa operasi adalah tindakan paling akhir.

Pada kenyataannya, sebagian besar pasien justru bisa sembuh total hanya dengan terapi yang tepat dan perubahan gaya hidup. "Saat pinggang terasa nyeri, refleks pertama banyak orang adalah bed rest atau tiduran seharian. Ini salah besar," katanya dalam media gathering di kawasan Kota Baru Jambi, Sabtu (25/7/2026).

Dr Husnul menyampaikan, bahwa manusia diciptakan untuk bergerak, bukan untuk diam berpangku tangan dan terlalu lama tiduran justru membuat otot punggung semakin lemah dan kaku. Obat paling ampuh untuk kesehatan tulang belakang bukanlah sekadar resep obat, hasil Rontgen/MRI, atau tindakan operasi—melainkan bergerak secara bertahap, aman, dan konsisten.

"Kemudian untuk menjaga kesehatan tulang belakang idealnya dimulai dari sekarang, sebelum rasa sakit itu muncul," ujarnya.

Dr. Husnul pun membagikan resep formula utama agar menjaga otot yang kuat, yaitu makukan fisioterapi dan latihan beban ringan untuk memperkuat otot penyangga tulang belakang (core muscles).

Kemudian, postur Ergonomis di Depan Komputer. Pastikan layar monitor sejajar tepat dengan arah mata agar leher dan punggung tidak menunduk terlalu lama. Selanjutnya, Pola Makan & Berat Badan Ideal, dimana beban tubuh yang berlebih secara langsung akan menekan bantalan tulang belakang Anda setiap hari.

"Jadi tidak perlu olahraga ekstrem untuk mendapatkan tulang belakang yang sehat. Cukup dengan latihan yang aman, efektif, dan terukur. Maka dari sekarang lakukan kegiatan seperti jogging atau jalan cepat selama 30 menit sehari, cukup 3 kali dalam seminggu," tegasnya.

Konsistensi adalah kunci utama untuk mengurangi risiko nyeri pinggang, punggung, hingga gangguan tulang belakang di era modern ini. Menurutnya, hasil Rontgen atau MRI memang penting untuk diagnosis, dan operasi adalah opsi jika kondisi sudah sangat darurat.

"Namun, untuk investasi jangka panjang kesehatan, Bergerak adalah obat yang sesungguhnya. Mari lawan pola hidup sedentary (kurang bergerak) di era digital ini. Mulai hari ini, perbaiki postur duduk Anda, jaga berat badan, dan mulailah melangkah," harapnya.(afm)





Artikel Rekomendasi