Oleh: Fauzan Afif Ramadhan*
Polisi adalah salah satu profesi yang sangat dipandang di negeri kita. Hal ini dapat dibuktikan dari banyaknya masyarakat yang ingin berkarir di profesi ini baik laki-laki maupun perempuan. Tidak dipungkiri bahwa polisi merupakan salah satu penegak hukum yang diperlukan negeri ini baik dalam bidang keamanan dan ketertiban masyarakat maupun bertugas sebagai penyidik.
Dan Pak atau Bu polisi ini juga merupakan salah satu alat negara yang langsung berhadapan, melayani, dan mengayomi masyarakat. Polisi juga mempunyai gaji yang lumayan besar yang diberikan sesuai dengan jabatannya. Semakin besar jabatannya semakin besar gajinya, semakin besar juga tunjangan yang didapatnya. Tapi bagaimana dengan kinejar yang bisa kita lihat sebagai masyarakat apakah kenyataannya polisi telah melakukan tugasnya dengan baik.
Polisi tentunya mempunyai tugas yang baik seperti dijelaskan diatas tetapi berbeda dengan oknum yang benar-benar menjalankan tugasnya langsung di lapangan. Telah banyak kejadian yang merusak citra atas profesi polisi itu sendiri yang disebabkan oknum-oknum tadi. Mulai dari kasus pungli yang tak usai-usai, bahkan sampe melakukan penghinaan berupa rasis terhadap warga yang melapor seperti kejadian di Polsek Palmerah, Jakarta Barat yang ramai beberapa waktu lalu.
Bukan kasus kecil saja masih hangat juga Kasus Pak Ferdi Sambo yang membuat geger satu Indonesia yang kejamnya membunuh seseorang yang bisa dibilang rekan kerja atau dianggap anak buah yang tingkatannya jauh dibawah beliau. Serta ia juga menggunakan kekuasaannya untuk menutup-nutupi kasus tersebut dengan menghilangkan bukti. Dari kasus diatas maka dapat dibuktikan sebuah profesi yang baik akan terlihat tercela jika didalamnya berisi oknum-oknum berbau busuk.
Lantas wajar saja jikalau sekarang banyak masyarakat yang tidak percaya polisi, mengingat kinerja mereka yang tidak sesuai harapan. Ini membuat juga nilai-nilai Pancasila mengenai keadilan juga patut dipikirkan kembali. Karena bagaimana nilai tersebut bisa muncul apabila penegak hukum yang langsung mengayomi dan melayani masyarakat lebih mementingkan uang dan masih mampu berpikir untuk menggunakan kekuasaan sesuka-sukanya. Maka dari itu polisi yang masih bertahan diharapkan bisa mampu menunjukkan kejujurannya dalam menjalankan guna untuk memperbaiki citra profesi baiknya dimasyarakat.(*)
Penulis : mahasiswa Poltekkes Kemenkes Jambi jurusan Keperawatan*
Kriminalitas hubungan nya dengan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab
EcoPrint pelatihan kewirausahaan Pemberdayakan Masyarakat Kota Jambi, Komunitas Rumah Kreatif Pemuda
GEGER! RSUD Raden Mattaher Jambi Mendadak Cari 'Penyembuh Jiwa'? Ini Faktanya
