SAH Dukung Program Menteri Pertanian Percepat Swasembada Gula untuk Wujudkan Kedaulatan Pangan



Minggu, 19 Juli 2026 - 16:00:44 WIB



JAMBERITA.COM– Ketua DPD HKTI Provinsi Jambi yang juga Komisaris Independen PTPN I (Persero), Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM (SAH), menyatakan dukungan terhadap program Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam mewujudkan target Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada gula dalam waktu dua tahun. Menurutnya, percepatan tersebut merupakan bagian penting dari agenda besar Presiden Prabowo dalam membangun kedaulatan pangan sebagai fondasi kemandirian bangsa.

Tokoh yang dikenal luas sebagai Bapak Beasiswa Jambi itu mengatakan, sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo, sektor pertanian telah ditempatkan sebagai prioritas pembangunan nasional. Berbagai program, mulai dari percepatan swasembada pangan, modernisasi pertanian, hilirisasi sektor pertanian, penguatan peran petani, hingga peningkatan produksi komoditas strategis seperti gula, padi, jagung dan sebagainya merupakan satu kesatuan agenda untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor pangan.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa program besar tersebut harus dibarengi dengan peningkatan tata kelola, konsistensi kebijakan, kepastian anggaran, serta pengawalan implementasi di lapangan agar tidak berhenti sebatas target.

"Sesuai pernyataan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, target swasembada gula dalam dua tahun harus benar-benar berorientasi pada hasil. Tentu dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Ini bukan sekadar mengejar angka produksi, tetapi juga memperkuat peran petani sejak penyiapan lahan, perencanaan tanam, penggunaan bibit unggul, budidaya tanaman, hingga peningkatan produktivitas yang terukur. Seluruh program harus berbasis data, memiliki target yang jelas, dapat dievaluasi secara objektif, serta dikawal pelaksanaannya secara konsisten," ungkap tokoh yang telah puluhan tahun berkecimpung di dunia perkebunan tersebut di Jakarta, Sabtu (18/7).

SAH menambahkan, swasembada gula tidak boleh berhenti pada peningkatan produksi tebu semata. Menurutnya, keberhasilan program bisa semakin nyata dan berdampak apabila diikuti dengan penguatan tata kelola dan hilirisasi industri gula nasional. Hilirisasi akan menciptakan nilai tambah melalui pengembangan industri gula rafinasi, bioetanol, pembangkit listrik berbasis biomassa (bagasse), pupuk organik, hingga berbagai produk turunannya yang mampu meningkatkan pendapatan insan perkebunan dan petani sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.

"Indonesia selama ini menghadapi sebuah paradoks. Kita memiliki lahan yang luas, iklim tropis yang mendukung, dan sumber daya manusia yang besar, tetapi masih mengimpor gula untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Paradoks ini harus menjadi bahan evaluasi bersama. Hilirisasi, peningkatan produktivitas, efisiensi industri, serta tata kelola yang baik harus berjalan beriringan agar Indonesia tidak lagi hanya menjadi penghasil bahan baku, sementara nilai tambah justru dinikmati negara lain," tegas SAH.

Sebagai Ketua DPD HKTI Provinsi Jambi, SAH menegaskan bahwa organisasi petani siap mendukung seluruh program Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Menurutnya, keberhasilan program tersebut hanya dapat dicapai apabila pemerintah, BUMN, dunia usaha, akademisi, lembaga penelitian, dan petani bergerak dalam satu irama dengan pembagian peran yang jelas, sinergis, dan akuntabel.

Di sisi lain, sebagai Komisaris Independen PTPN I (Persero), SAH menegaskan bahwa BUMN perkebunan memiliki tanggung jawab strategis dalam menyukseskan berbagai program pemerintah secara profesional, transparan, dan berkelanjutan.

"Program revitalisasi dan peremajaan tebu yang dicetuskan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman harus menjadi momentum kebangkitan industri gula nasional. Namun, keberhasilan program ini diukur dari hasil nyata di lapangan, bukan hanya dari besarnya target. Hilirisasi harus berjalan berdampingan dengan peningkatan produksi, efisiensi pabrik gula, serta penguatan kesejahteraan insan perkebunan dan petani," ujarnya.

SAH juga menyampaikan sikap optimismenya bahwa apabila seluruh elemen bangsa mampu menjaga semangat kolaborasi, konsisten menjalankan program pemerintah, serta melakukan evaluasi secara berkala terhadap setiap progres capaian.

Sehingga apabila ini terwujud akan menjadi sejarah di Indonesia, karena ketika target swasembada gula berhasil dilakukan, menjadi pertama kalinya di Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berhasil mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia.(*)





Artikel Rekomendasi