JAMBERITA.COM - Pembina Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Pusat, Mursyid Sonsang, menilai inisiatif Pelabuhan Perdagangan Bebas (Free Trade Port/FTP) Hainan, Tiongkok, memiliki peran yang sangat strategis dalam memperkuat konektivitas perdagangan di kawasan Laut China Selatan. Hal tersebut disampaikannya usai menyimak pemaparan langsung dari manajemen Cosco Shipping Lines di Haikou, Provinsi Hainan, Tiongkok, baru-baru ini.
Pertemuan tersebut dilakukan di sela-sela kunjungan delegasi JMSI ke Hainan atas undangan All China Journalists Association (ACJA). Dalam kesempatan itu, delegasi JMSI juga meninjau langsung fasilitas operasional serta ekosistem logistik yang dikelola oleh Cosco Shipping Lines di Pelabuhan Yangpu pada Kamis (16/7/2026).
Mursyid Sonsang, yang juga merupakan mantan Ketua PWI Provinsi Jambi dan mantan Ketua IKAL Lemhannas RI Jambi, mengungkapkan bahwa Hainan telah bertransformasi dari sekadar destinasi wisata menjadi pusat logistik dan perdagangan global. Perubahan ini diproyeksikan akan memengaruhi peta ekonomi kawasan, termasuk Indonesia.
"Posisi geografis Hainan yang berdekatan dengan Laut China Selatan membuatnya memiliki nilai strategis tinggi. Dengan dukungan infrastruktur pelabuhan kelas dunia dan insentif kebijakan dari pemerintah Tiongkok, Hainan FTP ditargetkan mampu memangkas waktu tempuh dan biaya logistik untuk komoditas ekspor-impor,” ujar Mursyid.
Ia menambahkan, perubahan geopolitik dan geoekonomi ini perlu segera disebarluaskan oleh media agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, melainkan pemain aktif dalam rantai pasok global. Daerah-daerah di Indonesia, termasuk Provinsi Jambi, dinilai memiliki peluang besar untuk memanfaatkan jalur ini bagi komoditas unggulan seperti CPO, karet, batu bara, hingga produk UMKM.
Senada dengan Mursyid, Ketua Umum JMSI Dr. Teguh Santosa yang memimpin kunjungan tersebut menegaskan bahwa Hainan kini memainkan peran kunci dalam perdagangan internasional.
Pelabuhan Yangpu yang dikelola oleh raksasa logistik Cosco Shipping Lines saat ini diposisikan sebagai pilar utama dalam Koridor Perdagangan Darat-Laut Internasional Baru, bagian dari inisiatif Belt and Road. Sejak menerapkan sistem operasional komprehensif pada akhir 2025, pelabuhan ini mencatatkan pertumbuhan volume kargo dan peti kemas yang signifikan.
Sebagai informasi, Hainan FTP menerapkan sistem bea cukai khusus berupa "pelonggaran di perbatasan, pengawasan ketat di dalam negeri" serta kebijakan tarif nol persen untuk banyak kategori barang.
Bagi pelaku usaha Indonesia, perkembangan Hainan FTP menjadi momentum emas untuk memperluas akses pasar. Komoditas seperti kopi, rempah-rempah, hasil laut, dan buah tropis kini dapat masuk ke pasar Tiongkok dengan biaya yang lebih kompetitif. Upaya ini turut diperkuat oleh sinergi dengan Kamar Dagang Indonesia di Hainan (ICCI) yang bertindak sebagai jembatan bisnis dan promosi investasi kedua negara.(afm)
SAH Dukung Program Menteri Pertanian Percepat Swasembada Gula untuk Wujudkan Kedaulatan Pangan
Juara 1 Nasional, UNJA Gembleng Mahasiswa Lolos P2MW Menuju KMI Award 2026
Mursyid Soroti Peran Strategis Hainan Free Trade Port sebagai Poros Logistik Baru di Laut China
Pemprov Jambi Apresiasi Ekspor Kopi ke Pakistan, Nilai Jual Ditargetkan Tembus Rp18 M
Gubernur Al Haris Hadiri Panen Raya TNI di Desa Kota Baru Geragai, Dukung Ketahanan Pangan
Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Ikuti Panen Raya Serentak Bersama Presiden RI
Perkuat Langkah Pencegahan, Danrem 042/Gapu Sisir Wilayah Rawan Karhutla Lewat Udara



