Juara 1 Nasional, UNJA Gembleng Mahasiswa Lolos P2MW Menuju KMI Award 2026



Minggu, 19 Juli 2026 - 11:56:18 WIB



Foto : Coaching Clinic Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) di Gedung UNIFAC Lantai 3 UNJA.
Foto : Coaching Clinic Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) di Gedung UNIFAC Lantai 3 UNJA.

JAMBERITA.COM - Universitas Jambi (UNJA) menggelar Coaching Clinic Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 di Gedung UNIFAC Lantai 3, Kamis (16/7/2026). Kegiatan bertema “Strategi Menuju Penilaian Kemajuan Pelaksanaan Program (PKP2) dan Sukses KMI Award 2026” ini bertujuan mempersiapkan mental dan strategi mahasiswa penerima pendanaan dalam menghadapi penilaian nasional.

Acara ini menghadirkan Jacob Win, ACC., S.T., S.Kom., M.Kom., seorang Professional Business Coach dari Tim P2MW Kemendiktisaintek, sebagai narasumber utama. Sebanyak enam tim mahasiswa yang lolos pendanaan beserta dosen pendamping hadir untuk berkonsultasi langsung mengenai isi pikiran dan ekspektasi dari para penilai (reviewer).

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNJA, Prof. Dr. Fauzi Syam, S.H., M.H., mengungkapkan rasa bangganya atas capaian UNJA pada tahun 2026. Universitas Jambi berhasil menduduki peringkat satu nasional dalam jumlah tim yang lolos pendanaan bersama 11 perguruan tinggi lainnya, sekaligus menjadi yang terbanyak di pulau Sumatera.

“Prestasi ini adalah hasil komitmen UNJA dari hulu ke hilir. Kami memberikan dukungan penuh, mulai dari pembentukan Satgas di tingkat universitas dan fakultas, hingga pemberian dana pendampingan,” kata Prof. Fauzi.

Sebagai bentuk edukasi dan insentif nyata bagi iklim kewirausahaan kampus, UNJA memberikan penghargaan regulasi yang sangat menguntungkan bagi mahasiswa. Mahasiswa yang lolos pendanaan P2MW berhak mendapatkan konversi mata kuliah sebesar 10 hingga 20 SKS.

Lebih jauh lagi, bagi tim yang berhasil menorehkan prestasi di ajang KMI (Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia) Expo, UNJA memberikan keistimewaan berupa konversi prestasi menjadi tugas akhir atau skripsi. Skema inovatif ini tercatat telah berhasil meluluskan empat mahasiswa UNJA tanpa jalur skripsi konvensional.

Sementara itu, Ketua Tim Satgas P2MW UNJA, Dr. Novita Ekasari, S.E., M.M., menekankan bahwa P2MW bukan sekadar platform untuk mencari modal atau pendanaan materi, melainkan sebuah proses transformasi karakter mahasiswa menjadi wirausaha muda yang tangguh.

?“Kita hadir di tempat yang tepat hari ini untuk bertanya langsung kepada ahlinya, bukan sekadar ke AI atau media sosial. Kita ingin mengetahui bagaimana isi pikiran reviewer agar mahasiswa siap mental dan tidak gentar saat menghadapi sesi tanya jawab nanti,” tutur Dr. Novita. Ia berharap program ini menjadi solusi nyata dalam mencetak pencipta lapangan kerja, di tengah ketatnya persaingan dunia kerja bagi lulusan sarjana.

Guna memastikan keberlanjutan bisnis mahasiswa setelah program P2MW selesai, UNJA turut meluncurkan program Proyek Inovasi Kemahasiswaan. Program ini dirancang untuk mendanai kembali produk-produk terbaik agar usahanya terus berjalan dan mampu bermitra secara strategis dengan pihak eksternal maupun pemerintah daerah.

Selain penguatan di sisi mahasiswa, UNJA juga berencana membekali para dosen pendamping dengan sertifikasi coaching dan mentoring profesional demi membangun ekosistem kewirausahaan kampus yang ideal. Kegiatan yang dipandu oleh MC Istiqomah Malinda S.B, S.E., M.M. ini diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber, membawa harapan besar agar seluruh tim perwakilan UNJA mampu membawa pulang hasil terbaik pada KMI Award 2026.(afm)

Selengkapnya : www.unja.ac.id





Artikel Rekomendasi