JAMBERITA.COM- Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM meminta kader Gerindra menjadi pribadi yang melayani masyarakat. Karena hal ini menurut Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR itu menjadi syarat kepercayaan masyarakat yang lebih luas.
"Saya ingin kasih tahu rahasia jadi Anggota Dewan, Bupati bahkan Gubernur, rahasianya jadilah pribadi yang melayani masyarakat dan lingkungan, jika ini bisa kita lakukan rejeki sosial pergaulan akan terbuka dan memudahkan dalam mewujudkan cita - cita perjuangan politik kita selaku kader Gerindra, " ungkap Bapak Beasiswa Jambi itu (16/6/22) kemarin.
Menurut SAH, pribadi yang melayani adalah calon pemimpin yang bisa menempatkan kepentingan dan kebutuhan orang lain terlebih dahulu. Secara luas, seorang pemimpin akan memberi kesejahteraan terhadap semua orang-orang yang dipimpin. Berbeda dengan pemimpin yang egosentris yaitu hanya menerapkan kekuasaan sebagai kesempatan untuk menumpuk keuntungan. Namun, pemimpin yang melayani akan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat melalui fokus yang tepat.
"Pemimpin yang melayani memberi suatu pandangan bahwa seorang pemimpin adalah orang yang memimpin sekaligus sebagai pelayan. Artinya, tugas seorang pemimpin sejatinya adalah memimpin kemudian mengutamakan pelayanan sebagai ujung tombak, " ungkapnya.
Disisi yang lain SAH menambahkan, sering kita temukan banyak pemimpin yang menempatkan dirinya adalah sebagai orang yang dilayani. Pemimpin yang menempatkan kekuasaan sebagai yang utama adalah pemimpin yang hanya berorientasi pada diri sendiri atau kepentingan kelompoknya.
Sikap seperti ini cenderung punya hasrat untuk memperoleh keuntungan pribadi. Namun pemimpin yang melayani adalah seseorang yang memberi dirinya sebagai wujud pelayanan dan totalitas pengabdian.
Selanjutnya Doktor Ekonomi ini mengatakan, Konsep tentang pemimpin yang melayani digagas oleh Robert K. Greenleaf pada tahun 1970. Greenleaf menjelaskan bahwa pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang tak lekang oleh waktu. Seorang pemimpin harus menjadi pelayan yang harus terlebih dahulu melayani.
Kepekaan akan kebutuhan orang lain tentu menjadi modal utama seorang pemimpin. Bukan mengambil untung sendiri bahkan merampas 'harta benda' dari orang yang dilayani. Tapi seyogyanya bersama-sama bertumbuh dalam pelayanannya. Gagasan ini merupakan konsep yang melibatkan perasaan secara natural melalui proses terjadinya. Perasaan alami inilah yang nantinya membawa seseorang untuk terbeban menjadi pemimpin, tandasnya.(*/sm)
SAH Serukan Gerakan Sadaqah Tani Jadi Solusi Kesejahteraan dan Ketahanan Pangan di Jambi
SAH Apresiasi Kunjungan Presiden Prabowo ke Luar Negeri, Buka Peluang Ekonomi, Investasi dan Ekspor
Sutan Adil Hendra Tegaskan Tekad Jadikan HKTI Motor Penggerak Ekonomi Petani Jambi
Pinto Jayanegara Desak Menteri ESDM dan Pemprov Tegakkan Aturan Tambang dan Angkutan Batubara
Korem 042/Gapu Terima Kunjungan Edukasi Dari Siswi SMA IT Nurul Ilmi Jambi


Pangkas Hambatan Investasi, Kemenkum Jambi Pastikan Aturan Baru di MPP Tak Tabrak Hukum



