Zona Orange, Pemkab Tanjabbar Rancang Pembelajaran Tatap Muka



Jumat, 03 September 2021 - 12:25:00 WIB



JAMBERITA.COM - Tiga kali masuk dalam kategori zona merah. Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, kini kembali masuk ke dalam kategori zona orange, kini sedang mempersiapkan diri melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Juru Bicara Satgas Covid-19 Tanjab Barat, H Taharuddin mengatakan, Tanjab Barat yang saat ini berstatus Level 3 Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan status zona orange. Ini menjadi pertimbangan dilaksanakan kembali pembelajaran atau sekolah tatap muka secara terbatas, karena mengingat sudah cukup lama proses belajar mengajar dilaksanakan secara daring.

"Ya, saat ini Kabupaten kita Tanjab Barat sudah kembali masuk ke dalam kategori zona orange," kata Jubir Satgas Covid-19 Tanjab Barat, H Taharuddin, Jumat (3/9/21).

"Meski saat ini sudah masuk ke zona orange dan kita merencanakan akan melakukan pembelajaran tatap muka. Namun tetap dengan pertimbangan tetap mematuhi protokol kesehatan pada saat pelaksanaannya nanti," jelas Taharuddin.

Sementara Kadis Pendidikan Tanjab Barat, Martunis Yusuf menjelaskan bahwa pihaknya telah melaksanakan rapat dengan para Kepala Sekolah dengan melihat kesiapan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) selama dalam pembelajaran tatap muka.

Dalam pelaksanaannya nanti pembelajaran tatap muka terbatas ini kita lakukan pemetaan, karena mengingat adanya zona zona ada yang wilayah pedesaan dan perkotaan yang harus dilakukan penyesuaian sesuai situasi dan kondisi.

"Untuk tenaga pendidik sudah kita lakukan vaksinasi mencapai 80 persen," jelas Martunis.

Sebelumnya, dalam rapat terbatas Satgas Covid-19 Tanjabbar yang dipimpin langsung oleh Bupati H Anwar Sadat, memerintahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melakukan sejumlah skenario persiapan.

“Sebelum dimulai harus tracking dulu terus tracking, treatment dan vaksinasi,” kata Bupati. 

Dikatakan bupati, pembelajaran Tatap Muka nantinya bersifat terbatas di mana bagi yang berada di desa atau daerah terpencil bisa dilaksanakan sebanyak 50 persen, dikarenakan masih terkendala adanya signal alat komunikasi.

Untuk Pembelajaran Tatap Muka di dalam kota dilaksanakan dengan jumlah 33 persen. Ini diterapkan karena mengingat mobilitas masyarakat yang tinggi di dalam wilayah perkotaan Kuala Tungka.

Bupati Anwar Sadat meminta para guru, dan siswa usia 12 tahun ke atas diwajibkan untuk divaksin. Kemudian sekolah wajib menyediakan sarana dan penerapan prokes ketat.

Perlu diketahui, saat ini Pemkab Tanjab Barat sudah mulai melakukan vaksinasi ke kalangan remaja usia 12 -17 tahun sebanyak 34.800 orang remaja di Tanjab Barat menjadi sasaran vaksinasi. (Hengki)




Tagar:

# TANJABBARAT

Artikel Rekomendasi