Sasar 241 Ribu Warga Tanjabbar, Dinkes Targetkan Akhir September Vaksinasi Capai 50 Persen



Selasa, 24 Agustus 2021 - 15:02:55 WIB



JAMBERITA.COM - Pemkab Tanjung Jabung Barat, Jambi, melalui Dinas Kesehatan Tanjab Barat menyebut saat ini Pemkab Tanjab Barat bersama TNI dan Polri saling bersinergi lakukan vaksinasi guna memutus rantai sebaran Covid-19 dengan melakukan vaksinasi massal.

Kepala Dinas Kesehatan Tanjung Jabung Barat, dr Hj Andi Pada mengatakan hingga hari ini sudah sebanyak sekitar 53 ribu orang warga Tanjab Barat sudah disuntik vaksin pertama, atau sekitar 21 persen dari total sebanyak 241 ribu warga yang jadi sasaran vaksinasi.

Sementara untuk dosis kedua ada sebanyak sekitar 39 ribu warga yang sudah disuntik vaksin atau sekitar 16 persen warga yang sudah melaksanakan vaksinasi.

"Ada vaksinasi dari TNI, dari Polri dan Dinas Kesehatan, sesungguhnya sasarannya sama masyarakat Tanjab Barat," kata Kepala Dinas Kesehatan Tanjung Jabung Barat, Andi Pada, Selasa (24/8/21).

Total sebanyak sekitar 92 ribu dosis vaksin sudah digunakan untuk vaksin tahap pertama dan vaksinasi tahap dua ke warga Tanjab Barat.

"Untuk target nasional bisa tercapai 80 persen warga yang divaksin. Tapi kalau kita targetnya pada akhir bulan September 2021 ini, menjelang pelaksanaan MTQ bisa tercapai sekitar 50 persen warga kita Tanjabbar yang sudah divaksin," kata Andi Pada.

"Untuk sementara ini kita fokuskan di wilayah Tungak Ilir dan Sungai Saren," ujar Andi. Ini karena mengingat Tungkal Ilir dan Sungai Saren merupakan wilayah perkotaan pintu keluar dan masuk Kota Kuala Tungkal dan tempat di mana Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Jambi akan digelar pada 30 September hingga 7 Oktober mendatang.

Sementara warga Tanjab Barat sendiri dari pantau di beberapa titik pelaksanaan vaksinasi di RSUD Daud Arif Kualatungkal, Puskesmas Tungkal I, Puskesmas Tungkal II, dan Mapolres Tanjab Barat terlihat antusias mengikuti suntik vaksin dan rela antre hingga berjam-jam.

"Selain untuk kesehatan mana tahu nanti bukti sertifikat sudah divaksin ini untuk keperluan berangkat nantinya," ujar warga Tungkal Ilir, Zubaedah.

"Ya mana tahu nanti bukti dari vaksinasi ini dibutuhkan untuk program bantuan dari pemerintah. Kalau kita tidak punya kartu sertifikat ini bisa jadi terhambat urusan kita," timpal warga lainnya, usai disuntik vaksin. (Hengki)





Artikel Rekomendasi