Oleh: Dea Rindi Yani Chaniago
(1804023 Fakultas Farmasi Universitas Perintis Indonesia)
Apa itu Remaja?
Remaja merupakan masa dimana peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa, yang telah meliputi semua perkembangan yang dialami sebagai persiapan memasuki masa dewasa. Perubahan perkembangan tersebut meliputi aspek fisik, psikis dan psikososial.
Fase remaja tersebut mencerminkan cara berfikir remaja masih dalam koridor berpikir konkret, kondisi ini disebabkan pada masa ini terjadi suatu proses pendewasaan pada diri remaja.
Apa itu narkotika?
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik itu sintetis maupun semi sintetis. Zat ini memicu beberapa efek seperti penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan menyebabkan ketergantungan.
Obat-obatan tersebut dapat menimbulkan kecanduan jika pemakaiannya berlebihan. Pemanfaatan dari zat-zat itu adalah sebagai obat penghilang nyeri serta memberikan ketenangan. Penyalahgunaannya bisa terkena sanksi hukum. Untuk mengetahui apa saja jenis dan bahaya narkoba bagi kesehatan, simak ulasannya berikut ini.
Jenis – jenis narkotika?
Berdasarkan Pasal 6 Ayat 1 Undang- Undang Narkotika, jenis narkotika dapat dibedakan menjadi 3 golongan,yaitu:
Apa itu ekstasi?
Dalam dunia medis, ekstasi memiliki nama lengkap Methylene Dioxy Meth Amphetamin (MDMA). Obat ini dilarang penggunaannya, karena sifatnya yang mampu menyebabkan para pemakainya mengalami halusinasi serta mengubah suasana hati pemakainya menjadi gembira dan selalu bahagia. Oleh karena itulah obat ini sering kali dikonsumsi oleh orang yang memiliki tingkat stres dan depresi yang tinggi.
Apa bahaya dari penyalahgunaan Ekstasi?
Dapat menyebabkan gangguan terhadap fungsi fisik dan mental dari pemakai serta adanya dampak negatif bagi masyarakat sekitarnya. Sasaran akhir dari gangguan atau dampak negatif Ekstasi adalah kerusakan kehidupan sosial, kamtibnas, maupun ketahanan nasional
Efek berbahaya yang ditimbulkan menggunakan ekstasi adalah kecanduan, psikosis (gejala umum penyakit jiwa), seperti paranoia dan halusinasi, perubahan pada struktur dan fungsi otak, berkurangnya kemampuan berpikir dan motorik, hilang ingatan, perilaku menjadi agresif (cenderung melakukan tindak kekerasan), suasana hati yang terganggu, turunnya berat badan dan penyalahgunaan ekstasi bisa menguras kadar serotonin dalam otak. Rendahnya kadar serotonin ini berakibat pada gangguan psikologis dan gangguan kognitif dalam jangka panjang.
Upaya menangani penyalahgunaan Ekstasi
Ada 5 cara untuk penanggulangan ekstasi/narkotika yaitu:
Program preemtif atau program pembinaan, program ini ditujukan kepada masyarakat yang belum memakai narkoba atau bahkan belum mengenal narkoba. Prinsipnya meningkatkan peranan atau kegiatan agar kelompok ini secara nyata lebih sejahtera sehingga tidak pernah berpikir untuk memperoleh kebahagiaan semu dengan memakai narkoba
2. Preventif
Preventif disebut juga program pencegahan , program ini ditujukan kepada masyarakat sehat yang belum mengenal narkoba agar mengetahui seluk beluk narkoba sehingga tidak tertarik untuk menyalahgunakannya
3. Kuratif
Kuratif disebut juga program pengobatan, program ini ditujukan kepada pemakai narkoba. Tujuannya adalah untuk mengobati ketegantungan dan menyembuhkan penyakit sebagai akibat dari pemakaian narkoba sekaligus menghentikan pemakaian narkoba.
4. Rehabilitatif
Rehabilitatif adalah upaya pemulihan kesehatan jiwa dan raga yang ditujukan kepada pemakai narkoba yang sudah menjalani program kuratif. Tujuannya, agar ia tidak memakai lagi dan bebas dari penyakit ikutan yang disebabkan oleh bekas pemakaian narkob
5. Represif
Represif adalah program penindakan terhadap produsen, bandar, pengedar dan pemakai berdasarkan hokum. Program ini merupakan program instansi pemerintah yang berkewajiban mengawasi dan mengendalikan produksi maupun distribusi semua zat yang tergolong narkoba.
Mengenal Amfetamin, Obat Psikotropika Yang Sering Disalahgunakan
Efek Dari Penyalahgunaan Narkotika Serta Penyakit Yang Ditimbulkan Dan Hukum Yang Menjeratnya
Jambi Memasuki Transisi Kemarau, Agustus Hingga Oktober 2026 Diperkirakan Menjadi Risiko Tinggi

