Era Prabowo, SAH Sebut Kesejahteraan Petani Mulai Menguat



Rabu, 24 Juni 2026 - 17:06:59 WIB



JAMBERITA.COM– Ketua DPD HKTI Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM (SAH), menilai kesejahteraan petani Indonesia mulai menunjukkan tren positif seiring meningkatnya harga berbagai komoditas pertanian dan perkebunan pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut SAH, membaiknya harga komoditas seperti kelapa sawit, kopi, pinang, jagung, dan sejumlah komoditas pangan lainnya telah memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan petani. Kondisi tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat pedesaan yang selama ini sangat bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan sebagai sumber penghidupan utama.

"Kita melihat ada optimisme baru di kalangan petani. Ketika harga komoditas meningkat, pendapatan petani ikut naik. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh petani, tetapi juga menggerakkan perekonomian desa secara keseluruhan," ujar SAH, Selasa (24/6/2026).

Sebagai organisasi yang memperjuangkan kepentingan petani, HKTI menilai perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian semakin kuat. Berbagai program yang berorientasi pada ketahanan pangan, peningkatan produksi, penguatan cadangan pangan nasional, serta keberpihakan terhadap harga hasil pertanian mulai memberikan manfaat nyata di lapangan.

Menurut SAH, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama di tengah tantangan global yang masih diwarnai ketidakpastian ekonomi, perubahan iklim, dan dinamika geopolitik internasional.

"Presiden Prabowo menempatkan pertanian sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional. Kebijakan yang memberikan kepastian usaha bagi petani menjadi modal penting untuk meningkatkan produksi sekaligus kesejahteraan masyarakat pedesaan," katanya.

Mantan anggota DPR RI dua periode tersebut menambahkan bahwa Provinsi Jambi termasuk daerah yang berpotensi besar memperoleh manfaat dari membaiknya harga komoditas. Sebagian besar masyarakat Jambi menggantungkan kehidupan pada sektor perkebunan dan pertanian, sehingga setiap kenaikan harga komoditas akan memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Namun demikian, SAH mengingatkan bahwa peningkatan kesejahteraan petani tidak cukup hanya mengandalkan kenaikan harga komoditas. Pemerintah juga perlu terus memastikan ketersediaan pupuk, akses pembiayaan yang terjangkau, perbaikan infrastruktur pertanian, serta pendampingan teknologi kepada petani.

"Kesejahteraan petani harus dibangun secara berkelanjutan. Harga yang baik harus didukung oleh produktivitas yang tinggi dan biaya produksi yang efisien. Karena itu, sinergi antara pemerintah, petani, dan dunia usaha harus terus diperkuat," tegasnya.

Sebagai Ketua DPD HKTI Provinsi Jambi, SAH optimistis sektor pertanian akan semakin berkembang dan menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

"Jika perhatian terhadap petani terus ditingkatkan, saya yakin kesejahteraan petani akan semakin menguat. Pada akhirnya, pertanian bukan hanya menjaga ketahanan pangan bangsa, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mengurangi kemiskinan dan memperkuat ekonomi rakyat," pungkasnya.(*)





Artikel Rekomendasi