JAMBERITA.COM- Ratusan warga menjadi korban jiwa dalam bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) serta Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sejauh ini jumlah korban mencapai 210 orang, terbagi atas 165 meninggal dunia dan 45 hilang hingga kamis (8/4/2021) malam.
Adanya bencana alam mengundang keprihatinan dan empati dari para mahasiswa di Provinsi Jambi.
Mereka pun menggelar aksi kepedulian penggalangan dana untuk membantu meringankan beban penderitaan para korban bencana tersebut.
Salah satunya mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam. Penggalangan dana ini diselenggarakan oleh Kohati korkom Universitas Jambi dan dibantu oleh HMIwan-HMIwan.
Aksi dari para mahasiswa ini pun mendapat simpati dari para pengendara dan pengemudi, bahkan ada seorang ibu-ibu yang berhenti dan belari dari kejauhan demi memberi sumbangan.
"Kami ikut donasi ini dari hati, saya ikhlas membantu korban bencana alam dengan sesama”, kata ibu-ibu salah satu pengendara motor di simpang lampu merah mayang, Jambi.
Ketua umum Kohati Korkom Universitas Jambi Anggri Hartita mengatakan, hasil penggalangan dana tersebut akan disalurkan kepada korban bencana alam di NTT dan NTB melalui Tim relawan siaga peduli di sana.
”Nantinya akan disalurkan ke tempat-tempat terdampak, jadi kita juga menghubungi beberapa relawan yang bisa menyambungkan kita ke sana. Terutama untuk korban yang terdampak banjir di NTT dan NTB,”jelasnya.
Selain di tempat berhentinya kendaraan saat lampu merah, simpang mayang jambi. Penggalangan dana oleh himpunan mahasiswa islam kohati korkom universitas jambi juga dilakukan di simpang BI Telanai pura. Adapun jumlah dana terkumpul ialah Rp. 2.383.000,00.(*/sm)
Mahasiswa Kehutanan UNJA Edukasi Pelajar SMPN 24 Jambi Tentang Konservasi Orang Utan
Mahasiswa UNJA Bedah Potensi Ekowisata Kehutanan ke Siswa SMPN 11 Jambi
Jam Kerja Dikurangi, Berikut Jadwal Kerja Pegawai Pemkot Jambi Selama Ramadhan
Pimpin Pembacaan Pakta Integritas Calon Anggota Polri, Ini Pesan Kapolda Jambi


Sekda Sudirman Buka Rakerda Pramuka 2026: Fokus Evaluasi Strategi, Kaderisasi Pemimpin Muda



