Cek Harga Bapok Jelang Ramadan di Angso Duo, Harga Daging Jadi Fokus Utama



Kamis, 08 April 2021 - 17:16:14 WIB



JAMBERITA.COM - Satgas Pangan Provinsi Jambi mengecek stok harga kebutuhan bahan pangan pokok (Bapok) di Pasar Tradisional Angso Duo, Kamis (8/4/2021) pagi.

Pj Gubernur Jambi Hari Nur Cahya Murni mengatakan kegiatan pengecekan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga Bapok sebelum bulan suci Ramadhan dapat terjaga dan terpantau.

"Berdasarkan pemantauan, melihat terdapat beberapa bahan pangan pokok yang mengalami perhatian seperti daging dan juga harga cabai," katanya.

Dari pantauan harga di pasar, kata Nur Cahaya yang kerap disapa Nunung, harga cabai merah keriting, cabai rawit hijau, bawang merah, bawang putih ayam broiler dan telur ayam broiler masih stabil.

"Untuk harga cabai merah Rp50 ribu, hanya cabai rawit setan yang naik Rp95 ribu sampai Rp 100 ribu dan biasa harga normalnya Rp35 ribu," katanya.

Sedangkan harga daging disaat menjelang hari ramadhan tidak mengalami kenaikan. "Untuk harga daging masih jadi fokus utama, namun kita harus memperhatikan jangan sampai harganya naik pas dihari bulan Ramadhan," jelasnya.

Nunung mengatakan pemasukan daging sapi atau kerbau saat ini masih dari provinsi Lampung. "Untuk daging segar harga saat ini mengalami naik, Rp130 ribu, ayam potong Rp33 ribu, dari yang kita terima sedangkan untuk komoditas daging sapi terpantau stabil apabila harga Rp110 ribu," jelasnya.

Sementara itu, Dirreskrimsus polda Jambi Kombes Pol Sigit Dany Setiyono mengatakan dari hasil pengecekan bapok di pasar harga masih cukup stabil menjelang bulan suci ramadhan.

"Untuk harga masih stabil dan untuk stok kesedian beras masih terjamin. Dan kesedian daging kita usahakan stoknya masih terjamin aman sehingga tidak ada kelonjakan harga," katanya.

Sigit mengatakan, apabila ada Distributor atau pengecer yang nakal atau menyimpan bahan Pokok, Polda Jambi akan melakukan penegakan hukum, namun itu jalan alternatif terakhir.

"Namun selagi kita bisa melakukan pengawasan monitoring, selagi tidak ada pelanggaran penyimpangan baik dari distributor dan pengecer," pungkasnya.(afm)

 










loading...