Jangan Apriori, SAH Minta Masyarakat Dukung Pengembangan Vaksin Nusantara



Rabu, 24 Februari 2021 - 06:40:01 WIB



JAMBERITA.COM- Vaksin Nusantara yang diprakarsai Mantan Menteri Kesehatan dr. Terawan Agus Purwanto saat ini tengah menjadi sorotan. Bahkan banyak narasi apriori yang meragukan pengembangan vaksin dalam negeri tersebut.

Terkait hal ini, Anggota Komisi IX DPR RI Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM meminta masyarakat jangan apriori terhadap pengembangan Vaksin Nusantara.

"Sikap saya kita jangan memiliki pemikiran atau asumsi yang kita sendiri tidak mengetahui secara persis bagaimana keadaannya, jadi saya minta kita jangan apriori terhadap pengembangan Vaksin Nusantara yang dilakukan oleh pak Terawan dan kawan-kawannya tersebut," ungkap SAH di sela - sela Reses DPR (23/2/21) kemarin di Jambi. 

Selanjutnya SAH yang dikenal sebagai Bapak Beasiswa Jambi ini mengatakan, pihaknya di Komisi IX DPR RI telah melihat langsung fakta di lapangan setelah berkunjung dan melihat serta mendengar presentasi dari tim peneliti Universitas Diponegoro dan RS Kariadi Semarang yang beberapa bulan ini melakukan uji klinis tahap 1 kepada 30 orang.

"Mohon maaf ya, saya bukan membela atau apa, tapi mari kita kedepankan prasangka baik, saya lihat mereka bekerja dalam senyap dan diam mulai berani membuka diri dan publikasi setelah proses uji kilinis tahap 1 selesai dan hasilnya positif berpotensi menjadi vaksin dengan metode baru dan bersifat individual," imbuhnya. 

Dimana menurut Anggota Fraksi Partai Gerindra ini hasilnya, sesuai presentasi para peneliti, Vaksin Nusantara aman digunakan karena tidak menimbulkan efek samping pada 30 relawan uji klinis tahap 1 dan peningkatan antibodi tubuh untuk melawan virus Covid-19 hasilnya relatif tinggi.

"Perwakilan BPOM RI juga hadir saat itu dan menerima langsung hasil penelitian uji klinis tahap 1 untuk diteliti lebih lanjut sebelum masuk ke uji klinis tahap 2," jelasnya. 

Bahkan SAH menyarankan, bagi para peneliti dan berbagai kalangan yang punya pendapat lain agar langsung ke Universitas Diponegoro atau RS Kariadi. Atau bisa juga menunggu hasil BPOM yang tengah mengecek data ini, sejauh mana hasil uji klinis tahap 1, kita kawal uji klinis tahap 2 dan kita ikuti uji klinis tahap 3, baru kita bisa menilai, imbuhnya.

Karena SAH berkeyakinan dan memandang pengembangan Vaksin Nusantara jika telah melalui serangkaian uji sesuai ketentuan yang berlaku bisa menjadi pintu masuk membangun kedaulatan dan kemandirian Indonesia dalam bidang kesehatan.(*/sm)

 











loading...