JAMBERITA.COM- Anggota Komisi kesehatan DPR RI Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM atau SAH meminta pemerintah memperketat pengawasan penumpang yang menggunakan surat hasil tes usap (swab) Covid-19 ataupun test Rapid antigen.
"Saya baca di media massa ada temuan beberapa kasus penumpang menggunakan hasil test Covid-19 baik swab maupun rapid antigen yang diduga palsu, tentu hal ini sangat berbahaya, karena merusak usaha pemerintah melakukan usaha Tracking, Testing dan Treatment (3T) terhadap wabah ini, ini perlu kita sikapi dan pemerintah perlu memperketat pengawasan, ungkap SAH di Jambi (6/1/2020) kemarin.
Dalam penjelasannya, SAH yang merupakan Doktor Ilmu Ekonomi ini menduga banyak calo yang membuat hasil tes usap palsu hanya dalam hitungan menit, yang mirip dengan yang asli, tentu ini bahaya dan ada unsur pidananya.
Seperti diketahui, pemerintah memberlakukan kewajiban bagi masyarakat yang melakukan perjalanan udara maupun darat antar provinsi untuk melakukan rapid test antigen pada H-2 atau 2x24 jam sebelum keberangkatan.
Terkait dengan pemalsuan hasil test baik swab dan rapid antigen ini, Bapak Beasiswa Jambi ini meminta pemerintah khususnya aparat kepolisian dan dinas kesehatan agar bisa melakukan pengawasan dengan optimal karena hal ini sangat membahayakan keselamatan masyarakat ditengah pandemi.
Apalagi menurutnya dasar dikeluarkannya surat edaran tersebut karena masih tingginya tingkat penularan kasus positif Covid-19 di wilayah Indonesia termasuk yang ditandai dengan munculnya klaster baru.
"Jangan sampai animo masyarakat yang ingin berpergian digunakan oleh oknum untuk kepentingan pribadi namun membahayakan kepentingan umum, ini harus kita awasi dan tindak sesuai hukum yang berlaku," tandasnya.(*/sm)
Pasien Covid-19 Bertambah, Berikut Wilayah Zonasi Penyebaran Covid-19
Mutasi di Polri, Kabaharkam Pimpin Sertijab 5 Pejabat Utama Jajaran
Dekranasda Pamerkan Tengkuluk Sebagai Simbol Kecantikan Wanita Jambi
Kapolda Jambi Evaluasi Kinerja Penanganan Ilegal Driling di Polres Wilayah Barat
Pemkot Jambi Salurkan Obat-obatan Dari Pemerintah Pusat ke Warga, Ini Bentuknya


Sekda Sudirman Buka Rakerda Pramuka 2026: Fokus Evaluasi Strategi, Kaderisasi Pemimpin Muda



