FEATURE : Inovasi Menu Baru Jadi Cara Ampuh Hindari Cafe Tutup Saat Pandemi



Kamis, 10 Desember 2020 - 13:04:48 WIB



JAMBERITA.COM - Pandemi Covid-19 membuat banyak hal harus dilakukan pembaharuan, terutama pola hidup. Hanya saja, perubahan pola hidup ditengah pandemi ini sendiri tidak sebanding dengan pendapatan. Apalagi untuk para usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Selain itu, banyak pekerja yang akhirnya dirumahkan karena pandemi ini. Banyak usaha kecil harus rela untuk tutup hingga bangkrut karena kondisi ini. Meski begitu, tidak semua usaha sendiri tutup karena wabah yang dimulai dari Wuhan ini.

Salah satunya adalah kedai ataupun Cafe. Banyak yang hingga saat ini masih bertahan meskipun pemasukan dan pengeluaran sendiri sudah berbanding terbalik. Penulis sendiri mengunjungi salah satu kedai yang dianggap berdampak pada pandemi ini.

Ghona Coffee, begitulah nama kedai kopi ini. Penulis sendiri sebelumnya pernah duduk dan menikmati waktu di kedai sederhana ini. Bahkan kadang selesai liputan, duduk di kedai ini untuk menulis berita. Memang sebelumnya kondisi kedai sendiri seperti kebanyakan usaha pada umumnya. Kadang sepi, kadang juga ramai. Tergantung dari mood anak muda yang memang jadi incaran kedai ini dari awal.

"Sebelum pandemi sih memang tidak terlalu seberat sekarang. Kami memang tidak bisa bilang sebelumnya untung besar atau tidak. Yang jelas pemasukan dengan pengeluaran yang dilakukan masih didalam batas aman dan kami sendiri tetap mendapatkan keuntungan," kata Taufik selaku Owner Ghona Coffee, Sabtu (5/12/2020).

Ia mengatakan, sejak pertama kali diumumkan di Jambi ada yang positif Covid--19, dirinya sudah punya firasat ini semua akan berpengaruh pada penghasilannya di kedai. Ini juga karena efek dari pemberitaan yang disiarkan sampai berujung pada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa wilayah. Dirinya sendiri saat itu memutuskan untuk menutup kedai karena juga sudah ada anjuran dari pemerintah selama 3 bulan.

"Pada akhirnya memang selama tutup itu, kedai memang tidak terurus. Ditambah memang kondisi saat itu kami sendiri panik dengan kondisi pandemi yang semakin parah saat itu. Selama itulah pemasukan dari kedai sama sekali tidak ada dengan tetap harus memikirkan biaya lainnya," ujar pria kurus tinggi ini.

Setelah melewati masa itu, dirinya sendiri akhirnya memutuskan untuk kembali buka dengan posisi sendiri sudah ada relaksasi dari pemerintah. Hanya saja memang itu semua tidak membuat pelanggan serta pemasukan yang sebelumnya didapat kembali. Dirinya sendiri harus merasakan buka selama 1 bulan itu yang datang pernah tidak ada atau hanya 1 saja yang datang untuk minum.

"Berangkat dari kondisi itu, kami sepenuhnya masih yakin kondisi ini akan kembali seperti semula. Salah satu yang kami lakukan untuk kembali menarik pelanggan adalah dengan inovasi membuat menu baru yang sebelumnya tidak ada hingga promosi harga diskon bagi pelanggan. Pada awalnya memang tidak terlalu berdampak, tetapi minimal hal yang kami rasakan saat sebulan tanpa pelanggan itu tidak lagi terjadi," jabar alumni IAIN Jambi yang saat ini sudah berubah nama menjadi UIN Jambi.

Pada akhirnya, dirinya memang berharap kondisi pandemi ini akan segera selesai dan ditangani dengan baik oleh pemerintah. Karena banyak sekali masyarakat hingga pelaku usaha mendapatkan dampak dari kondisi yang dialami saat ini. Dirinya masih beruntung masih mampu bertahan dengan kondisi yang sangat tidak menguntungkan seperti ini. Akan tetapi banyak lagi pengusaha seperti dirinya akhirnya putus karena pandemi yang tak kunjung berakhir. (am)





Artikel Rekomendasi