Oleh: Fransisko Chaniago, M.Pd
Akhir-akhir ini Pilkada menjadi topik pembahasan yang paling menarik sekaligus dilirik oleh generasi pemuda. Selain disibukan dengan gadget nya ternyata secara perlahan generasi pemuda mulai sadar bahwa fungsi dari gadgetnya itu bukan hanya digunakan untuk bermain Game, Whatsapp, Instagram Facebook dan linya. Tidak heran lagi jika dizaman sekarang ini generasi pemuda dipandang perlu dalam semua lini terutama dalam pemilihan kepala daerah yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini untuk menentukan maju mundurnya Provinsi Jambi.
Dari hasil debat calon gubernur dan wakilnya belakangan ini telah mampu menghipnotis generasi pemuda untuk berperan memperhatikan arah kemajuan Provinsi Jambi kedepanya. Maka tidak heran lagi jika singkatan CERAH, MANTAP dan BERKAH acapkali digunakan dalam membalas pesan baik di whatsaap, facebook dan lainya sebagai simbol ghuyonan yang melambangkan identitas jagoanya masing-masing.
Pilkada merupakan salah satu event demokrasi yang dilaksanakan secara tahunan di Negara kita Indonesia. Dari setiap penyelenggaraan Pilkada, tentunya menggelontorkan anggaran yang lumayan banyak. Akan tetapi perhelatan Pilkada di tahun 2020 ini dinyatakan sebagai salah satu Pilkada yang cukup spesial yaitu menuntaskan penanganan terhadap pandemi Covid-19 yang tidak kunjung usai.
Salah satu tahapan yang cukup berat dimasa pandemi ini adalah tahapan kampanye. Tahapan kampanye tentunya tidak bisa dilaksanakan seperti pada lima tahun sebelumnya, yang mana pada pilkada tahun ini tidak dibenarkan adanya kerumunan, karena akan menimbulkan potensi tertularnya Covid-19 yang semakin meningkat. Dalam hal ini, berbagai alternatif justru sangat lebih menguntungkan terutama generasi pemuda. Generasi pemuda yang dianggap lebih memahami teknologi tentunya diharapkan mampu berperan aktif memantau berjalanya pilkada di masa pandemi Covid-19 yang akan diselenggarakan di Provinsi Jambi.
Sebagai pemuda sudah sepatutnya ikut serta berpartisipasi aktif di dalam pelaksanaan pilkada serentak mendatang. Selain itu pemuda juga harus pintar menganalisis latar belakang seorang calon kepala daerah untuk acuan dalam menentukan pilihan yang terbaik. Pelaksanaan Pilkada Serentak ini tentunya memerlukan partisipasi pemuda sebagaimana diketahui bahwa pemuda memiliki peran yang aktif dan strategis, apalagi di tengah masa pandemi COVID-19 yang membuat Pilkada diselenggarakan tak seperti biasanya.
Ada beberapa alasan mengapa generasi muda harus berpartisipasi aktif dalam pemilu terutama, generasi muda mempunyai idealis dan sering berpikir kritis sehingga mampu menjadi pengawal pilkada 2020 agar bersih, tanpa money polik dan juga hal-hal lain yang melanggar hukum. Dengan adanya partisipasi pemuda dirasakan mampu menggiring opini masyarakat luas, khususnya di daerah provinsi Jambi untuk menepis opini yang mengatakan bahwa Politik itu kejam. Dengan demikian Pemuda bisa membuktikan bahwa dalam proses penyelenggaraan Pilkada dapat dijalani dengan proses yang bersih dan sesuai dengan keinginan masyarakat luas. Disinilah seharusnya peran pemuda bisa menjadi motor penggerak perubahan dalam Skala Pilkada di Provinsi Jambi.
Menariknya lagi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam pelaksanaannya menyatakan bahwa peran pemuda sangat diperlukan dalam menyukseskan pilkada diharapkan pemuda dan pemudi dapat ikut serta mensukseskan pilkada tahun ini. Menurutnya pemuda dapat berpartisipasi aktif baik sebagai penyelenggara maupun sebagai pemantau berjalanya pilkada.
Dari penyampaian beliau tentunya ini menjadi pengikat bagi generasi muda terhadap keperdulianya untuk ikut berpartisipasi baik sebagai penyelenggara maupun pemantau berjalanya pilkada. Makin banyak jumlah pemuda yang ikut berpartisipasi aktif dalam Pilkada, maka semakin mendorong terciptanya demokrasi yang bersih dan sesuai dengan marwah politik Indonesia. Makin banyak pemuda yang ikut dalam proses politik pemilihan kepala daerah dengan membawa aura perubahan positif, maka semakin cepat pula terciptanya demokratisasi yang baik ditingkat lokal maupun Nasional. (*)
*Penulis merupakan Dosen Fakultas Syariah UIN STS Jambi
Kerja Keras Ibu Dalam Meningkatkan Prestasi Anak di Tengah Pandemi Covid-19
Petugas KPU Tanjabar Positif Covid-19, Satu Warga Meninggal Dunia
Menilik Peran Penting Pertanian Di Era Pandemi Covid 19 Bagi Perkonomian Indonesia
Maulana di Harla Pancasila: Implementasi Kampung Bahagia Wujud Semangat Nilai-Nilai Pancasila



