Kerja Keras Ibu Dalam Meningkatkan Prestasi Anak di Tengah Pandemi Covid-19



Senin, 23 November 2020 - 17:19:59 WIB



Oleh: Donaria Defitri Br. Manalu

 

Pandemi Covid-19 sudah melanda dunia termasuk Indonesia menjadi salah satu negara yang terkena wabah sejak bulan maret 2020 lalu, tak terkecuali juga mewabah di wilayah dalam Provinsi Jambi.

Pandemi covid-19 yang melanda indonesia tentu memberikan dampak negatif dalam berbagai bidang seperti ekonomi, sosial dan terutama pendidikan. Sebagaiman yang dirasakan Ibu Ferawati (35 th) dalam membimbing anaknya belajar online.

Pendidikan merupakan proses pembelajaran untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan, dimana peserta didik sekaligus mengikuti kebiasaan dari sekumpulan manusia dari satu generasi ke generasi yang lain dengan melalui proses pengajaran oleh guru.

Pada masa pandemi ini, semua tugas guru dalam mengajar peserta didik dialihkan kepada setiap orang tua didik atau mengurang belajar tatap muka, karena salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19 termasuk di Jambi.

Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan sistem online, dimana orang tua dituntut untuk lebih aktif dalam menerima materi pelajaran yang diberikan oleh tenaga pendidik (guru), peserta didik tidak diwajibkan untuk datang kesekolah melainkan melakukan kegiatan pembelajaran secara jarak jauh atau belajar dirumah saja.

Dimana media pembelajaran jarak jauh yang digunakan antara lain, seperti google classroom dan whatsapp group, media tersebut dihasilkan dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin maju.

Media pembelajaran jarak jauh juga sangat menguras waktu para orang tua didik. "Setiap pagi harus mempersiapkan anak mengikuti pembelajaran online dan sebelum mengikuti pelajaran harus absen kelas dulu menggunakan seragam sekolah yang lengkap dan memilki batas waktu pengiriman sekitar satu jam dimana start pengiriman di mulai dari pukul 07.00-08.00 WIB,"terang wati.

Ferawati salah satu warga Perumahan Aur Duri Permai Desa Mendalo Darat Kabupaten Muaro Jambi itu, juga bukan hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga saja, melainkan beliau juga berjualan keliling untuk menambah pemasukan kebutuhan ekonominya.

“Semenjak munculnya virus corona, saya jadi berhenti berjualan karena harus mendampingi anak saya belajar online dirumah," ungkapnya.

Disamping beberapa kendala yang muncul, terdapat beberapa hikmah yang dapat diperolah yaitu, dengan sistem pembelajaran yang dilaksanakan secara jarak jauh, dimana peserta didik banyak melakukan kegiatan belajar dirumah sehingga orang tua dapat lebih mengawasi kegiatan anak-anaknya.

Selain itu, setelah melewati sisi sulitnya membagi waktu mengajar ada juga sisi kreativitas baik dari tenaga pendidik maupun peserta didik dalam sistem pembelajaran jarak jauh dituntut untuk berlaku kreatif.

Tenaga pendidik memberikan tugas yang membangun jiwa semangat peserta didik seperti mengirimkan tugas berbentuk vidieo pembelajaran yang menarik sehingga peserta didik tidak jenuh dengan pelajaran yang diberikan dengan suasana dirumah saja.

“Anak lebih semangat lagi belajar dengan menggunakan materi pelajaran yang di tayangkan melalui vidio animasi-animasi yang membangun," kata Wati. Dengan berlangsungnya sistem pembelajaran jarak jauh ini, peserta didik dan orang tua mulai terbiasa mengikuti proses belajar mengajar.

Bukan hanya Ferawati yang mengalami kesulitan dalam membimbing dan membagi waktu untuk anaknya belajar, Samia (38 th) yang juga tingal di Perumahan Aur Duri Permai Mendalo Darat dan membuka usaha tokoh di depan Rumah Sakit Raden Mattaher juga merasakan hal yang sama.

"Saya sangat kebingungan ketika mengajari anak saya, karena saya juga harus menjaga tokoh untuk mecukupi kehidupan saya” ujarnya.

Semenjak munculnya pandemi Covid-19 banyak yang merasa dirugikan baik itu dalam bidang ekonomi maupun pendidikan. "Mulai dari Maret saya benar-benar mengalami penurunan omset penjualan, sebelum Corona pengasilan saya biasanya dapat Rp1-2 juta per hari," tuturnya.

Tetapi setelah corona muncul, kata Samia, penghasilan dirinya hanya mencapai Rp800 ribu perhari, paling banyak hanya sampai Rp1 jutaan saja."Makanya saya sangat pusing di tambah memikirkan tugas anak yang menumpuk dan harus segera dikirim secepatnya," keluhnya.

Pada dasarnya pandemi Covid-19 memberikan dampak yang melelahkan aktivitas manusia, tidak dapat dipungkiri pada awalnya banyak masyarakat yang beranggapan bahwa masa pandemi Covid-19 adalah masa yang menyulitkan semua aktifitas manusia. Akan tetapi, tanpa disadari banyak sisi-sisi positif yang dapat diambil dari pandemi Covid-19 yang melanda pada saat ini.

Namun, masyarakat tidak bisa menjadikan Covid-19 sebagai sebab untuk tidak melaksanakan kegiatan terutama dalam bidang pendidikan. Untuk itu Samia berharap, semoga virus ini dapat berlalu, supaya segala aktivitas bisa berjalan seperti sediakala, anak-anak bisa belajar lagi disekolah, bertemu dengan teman-temannya.

"Dan saya bisa melanjutkan usaha jualan keliling," tambahnya “Saya juga berharap semoga pandemi cepat berlalu supaya anak saya bisa belajar disekolah dan usaha saya bisa kembali seperti dulu lagi," harapnya.(*)

 

Penulis adalah: Mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi STISIP Nurdin Hamzah (NH) Jambi.



Artikel Rekomendasi