JAMBERITA.COM- Program gerakan literasi sekolah salah satunya adalah siswa membaca buku cerita selama 15 menit sebelum memulai belajar, namun kini terhenti sejak pandemi melanda.
Walaupun saat ini pandemi siswa belajar dari rumah. Namun, program siswa baca buku di SDN 005/V Kuala Tungkal Tanjabbar tetap berjalan.
Lewat program literasi selama pandemi tersebut, siswa diwajibkan membaca buku dan membuat rangkuman dari apa yang dibacanya. Buku tersebut harus ditandatangani orangtua.
"Dengan siswa belajar dari rumah, bukan berarti program literasi tidak berjalan. Program literasi tetap berjalan dengan cara siswa membaca buku bacaan di rumah," kata Sampurna, fasilitator Program PINTAR Tanoto Foundation Tanjabbar, Jum’at, (2/10/2020).
Dikatakannya lagi, buku bacaan tersebut buku yang ada di rumah, terutama buku cerita-cerita rakyat.
"Agar tidak menjadi menjadi beban bagi siswa maka sekolah memberikan kebebasan kepada siswa untuk kapan waktu membacanya, bisa pagi hari sebelum belajar, siang atau sore, yang penting buku itu selesai dibaca sampai selesai," ujar Aldi.
Kegiatan literasi ini tentu saja membutuhkan dukungan dan ketersediaan buku bacaan. Jika tidak maka siswa akan merasa bosan dengan membaca buku yang sama.
Agar bacaan siswa beragam dan tidak bosan, pihaknya berupaya meminjamkan koleksi buku yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Sampurna mengatakan ada tiga cara siswa mendapatkan buku bacaan.
“Yang pertama mendorong siswa menggunakan buku bacaan yang ada di dalam rumah, termasuk majalah dan koran. Kedua, memanfaatkan buku bekas dari saudara atau keluarga. Yang ketiga, dengan mendapat pinjaman buku dari sekolah," ungkapnya.
Selain itu, Sampurna juga mendorong siswanya membaca e-book dari internet, tentu dengan pengawasan orangtua.
"Karena terkendala Covid-19, siswa tetap membaca selama di rumah," kata Aldi.
Sementara itu, Faizah, mengaku senang dengan kegiatan literasi selama di rumah. Dirinya bisa berbagi buku dengan adiknya.
"Menambah wawasan," ujar siswa kelas VI tersebut, ketika ditanya alasan membaca buku.(*)
Tangannya Menghitam Karena Antibiotik, Yuliana Fasha Ingatkan Warga Tak Remehkan Covid-19
Dukung Sukseskan Pilkada, Ardy Daud Kedepankan Langkah Persuasif
Sampai Tanggal 12 Oktober, Tim Gugus Tugas Kota Jambi Tunda Pengajuan Izin Relaksasi
Masih Ada Warga Buang Sampah Sembarangan, Kadis DLH Kota Jambi: Disanksi Denda
Terima Paket Makanan Dari SAH, Nenek - Nenek Menangis Terharu
OPUS Perdana UNH Jambi Dimasa Pandemi, Mahasiswa Diminta Proaktif Tetap Jaga Kesehatan


Gubernur Al Haris Lepas Tim DBL Jambi, Siap Harumkan Nama Daerah di Ajang Nasional



