Tangannya Menghitam Karena Antibiotik, Yuliana Fasha Ingatkan Warga Tak Remehkan Covid-19



Sabtu, 03 Oktober 2020 - 16:15:48 WIB



JAMBERITA.COM- Istri dari Walikota Jambi Yuliana Fasha memposting sebuah foto di akun instagram pribadinya. Dalam unggahannya tersebut Yuliana Fasha memperlihatkan foto tangannya yang menghitam akibat antibiotik dosis tinggi.

Untuk diketahui Yuliana Fasha, bersama dengan Suaminya Walikota Jambi Syarif Fasha dan juga putranya terkonfirmasi positif Covid-19 dan kini tengah menjalani perawatan di rumah sakit Abdul Manap Kota Jambi.

Dalam akun instagram @yulianafasha dirinya menceritakan gejala yang ia rasakan diawal terkonformasi Covid-19.

"Gejala pertama saya muncul hari Selasa, 15 September 2020 berupa gatal di tenggorokan. Keesokan harinya saya mulai demam tinggi sampai 39° dan batuk kering. Demam ini tidak hilang walaupun sudah minum obat penurun panas," tulisnya. Sabtu, (3/10/2020).

Dirinya mengatakan bahwa bagi kebanyakan orang terutama anak muda, sakit ini tidak akan berarti apa-apa, tapi tidak untuknya. Yuliana menceritakan bahwa dirinya sempat demam tinggi hingga 40 derajat.

"Karena banyaknya ujian yang kami hadapi, sakit saya agak terlupakan sampai tanggal 22 September, selesai pemakaman anak kami, badan saya menggigil dengan panas tinggi melebihi 40 derajat, sehingga harus menggunakan parasetamol infus," ungkapnya.

Yuliana juga mengatakan bahwa memasuki minggu kedua sakitnya semakin parah, antibiotik yang dimasukkan melalui infus tidak memberikan dampak signifikan di tubuhnya. Sehingga harus diinfus parasetamol dosis tinggi 3x sehari.

"Hasil rontgen paru pada saat setelah dirawat menunjukkan pemburukan. Dokter harus mengambil tindakan cepat dengan mengganti antibiotik saya yang harus disuntikkan 3x sehari dan obat pengencer dahak diganti dengan infus juga, di tambah dengan parasetamol yang masih harus diberikan dalam bentuk infus 3x sehari," lanjutnya.

Selain itu, Yuliana juga menjelaskan bahwa saturasi oksigennya turun sampai ke titik 70 persen setelah aktivitas ringan. Sehingga semua aktivitas banyak dikurangi dan lebih banyak menghabiskan waktu di tempat tidur.

"Dosis yang tinggi dan obat yg kental menyebabkan pembuluh darah saya mudah sekali pecah, akibatnya setiap hari bahkan bisa 2-3x sehari diganti tempat infus di tangan saya bahkan sampai ke kaki," ujarnya.

Memasuki hari ke 4 dirinya mengatakan bahwa pemberian antibiotik, dokter melihat adanya perbaikan di paru yang sudah tidak terlalu pekat dan ketergantungan terhadap oksigen sudah berkurang, sehingga antibiotik bisa dikembalikan lagi ke antibiotik oral.

"Tanggal 1 Oktober, memasuki hari ke 17 sejak gejala pertama, saya mulai belajar berjalan lagi, 5 langkah pertama sudah batuk dengan nafas yang pendek, Alhamdulillah semakin lama semakin banyak langkah dan semakin kurang batuk," jelasnya.

Yuliana mengungkap kan bahwa dirinya berbagau cerita agar semua masyarakat tidak menganggap remeh Covid-19 ini.

"Mengapa saya berbagi cerita ini? Saya ingin mengingatkan semua sahabat IG dimanapun berada, jangan anggap remeh sakit ini, kurangi aktivitas yang tidak diperlukan, kumpul-kumpul atau apapun, karena nyawa dan kesehatan jauh lebih berharga," ujarnya. (sap)





Artikel Rekomendasi