Mengenal Sukuk SR013, Solusi Aman Investasi Ditengah Pandemi



Kamis, 10 September 2020 - 17:39:00 WIB



Ilustrasi
Ilustrasi

Oleh : Nurrokhim*

 

 

Saat ini masyarakat Indonesia telah memiliki kesadaran untuk berinvestasi bagi sebagian besar masyarakat kita. Investasi merupakan hal yang penting karena salah bagian dari perencanaan keuangan untuk waktu yang akan datang. Dalam Islam kita juga telah diperintahkan untuk menyiapkan kebutuhan masa depan dengan persiapan dana mulai dari sekarang. Investasi yang berarti menunda pemanfaatan harta yang kita miliki pada saat ini, atau berarti menyimpan, mengelola dan mengembangkannya merupakan hal yang dianjurkan dalam Al-Qur’an seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Yusuf 12: ayat 46-50.

Allah SWT berfirman :

12:46. (Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf, dia berseru): “Yusuf, hai orang yang amat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahuinya.”

12:47. Yusuf berkata: “Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan.

12:48. Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan.

12:49. Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan di masa itu mereka memeras anggur.” (QS Yusuf 12:46-49.)

Di Indonesia sendiri, masyarakat masih lebih percaya jenis investasi yang terbilang aman dan memiliki risiko yang rendah. Meski hanya akan memberikan imbal hasil yang tidak terlalu besar. Jenis investasi yang banyak digunakan oleh masyarakat adalah tabungan dan juga deposito di bank. Sebagian besar masyarakat lebih memilih untuk berinvestasi pada bidang tersebut, karena mereka tidak menginginkan sejumlah risiko yang besar dan bisa terjadi sewaktu-waktu pada dana yang mereka investasikan.

Selain berbagai jenis investasi yang populer di tengah-tengah masyarakat seperti tabungan, deposito bank dan reksadana, terdapat jenis investasi lainnya yang memiliki sejumlah keuntungan serta kelebihan di dalamnya, yakni Sukuk Ritel. Meski terbilang tidak sepopuler reksadana, namun Sukuk Ritel juga patut anda jadikan sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan investasi. Saat ini telah banyak instrumen investasi yang tersedia di Indonesia, disadari ataupun tidak, setiap transaksi keuangan misalnya saja investasi, tidak jarang mengandung hal yang bertentangan dengan prinsip dasar syariah Islam. Inilah mengapa banyak lembaga perbankan belakangan ini mengeluarkan produk investasi berbasis syariah sebagai alternatif lain selain produk dari lembaga perbankan konvensional. Salah satu diantaranya adalah sukuk.

Sukuk adalah surat berharga sebagaiinstrumen investasi yang diterbitkan berdasar suatu transaksi atau akad syariah yang melandasinya, yang dapat berupa ijarah, mudharabah, musyarakah atau yang lain.Dalam Peraturan Menteri Keuangan dinyatakan bahwa Surat Berharga Syariah Negara(SBSN) Ritel atau Sukuk Negara Ritel (SNR) ini adalah SBSN yang dijual kepada individu atau orang perseorangan warga Negara Indonesia melalui agen penjual.  

Berdasarkan fatwa DSN-MUI Nomor 32/DSN-MUI/IX/2002, sukuk didefinisikan sebagai obligasi syari’ah, yaitu “surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah yang dikeluarkan emiten kepada pemegang obligasi syariah yang mewajibkan emiten untuk membayar pendapatan kepada pemegang obligasi syariah berupa hasil/margin-fee, serta membayar kembali dana obligasi saat jatuh tempo. 

Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Negara Departemen Keuangan menjelaskan sukuk ritel adalah surat berharga negara yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah sebagai bukti atas bagian penyertaan terhadap aset Surat Berharga Syariah Negara, yang dijual kepada individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia melalui agen penjual, dengan volume minimum yang telah ditentukan.

Melalui investasi Sukuk Ritel, Pemerintah menawarkan kesempatan secara langsung kepada Warga Negara Indonesia untuk mendukung pembangunan nasional. Hasil investasi Sukuk Ritel akan digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur yang menjadi investasi untuk merekat jalinan kebangsaan menuju bangsa yang mandiri. Berbeda dengan obligasi konvensional, sukuk ritel yang diterbitkan berada dibawah fatwa MUI dengan kendali Dewan Syariah Nasional. Sukuk Ritel dikelola berdasarkan prinsip syariah, tidak mengandung unsur maysir (judi) gharar (ketidakjelasan) dan riba (usury), serta telah dinyatakan sesuai syariah oleh Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Sukuk Ritel merupakan salah satu instrumen investasi yang ada di Indonesia. Meski tidak popular ditengah kalangan masyarakat seperti deposito, reksadana, obligasi dan saham, namun Sukuk Ritel memiliki tingkat keamanan yang baik. Kenapa begitu? Berikut beberapa alasan kenapa Sukuk Ritel adalah investasi yang aman:

1. Sesuai prinsip syariah, Sukuk Ritel merupakan produk investasi syariah yang berada dibawah kendali Dewan Syariah Nasional dan telah berdasarkan fatwa DSN-MUI Nomor 32/DSN-MUI/IX/2002

2. Tingkat imbalan tetap

3. Aman dijamin pemerintah, Sukuk Ritel adalah produk investasi syariah yang ditawarkan oleh Pemerintah kepada individu Warga Negara Indonesia, sebagai instrumen investasi yang aman, mudah, terjangkau, dan menguntungkan. Tidak perlu diragukan lagi karena ini merupakan produk investasi yang dikeluarkan oleh pemerintah.

4. Mudah, 100% online, dengan perkembangan teknologi seperti saat ini,berinvestasi dapat dilakukan melalui ponsel genggam kita tak terkecuali pada Sukuk Ritel ini dan pembayarannya pun dapat dilakukan melalui beberapa plaform e commerce ternama di Indonesia.

5. Bisa dipesan mulai dari Rp 1 juta dan kelipatannya, saat ini berinvestasi tidak pelu modal yang besar, hanya dengan Rp 1 juta kita sudah dapat membeli Sukuk Ritel ini yang dapat diperdagangkan di pasar skunder dengan waktu jatuh tempo selama 3 tahun.

Sebelum berinvestasi kamu perlu mengenali beberapa karakateristik Sukuk Ritel diantaranya sebagai berikut:

- Untuk Individu Warga Negara Indonesia.

- Pengelolaan Investasi dengan prinsip syariah.

- Pemesanan mulai dari Rp 1 Juta.

- Tenor 3 tahun.

- Imbalan tetap dibayarkan setiap bulan.

- Dapat diperdagangkan di pasar sekunder antar investor domestik.

Penerbitan Sukuk Ritel menggunakan struktur akad Ijarah - Asset to be Leased. Dana hasil penerbitan akan digunakan untuk kegiatan investasi berupa pembelian hak manfaat Barang Milik Negara untuk disewakan kepada Pemerintah serta pengadaan proyek untuk disewakan kepada Pemerintah. Imbalan berasal dari keuntungan hasil kegiatan investasi tersebut.

Selain telah terjamin keabsahannya oleh MUI, Sukuk ritel juga memiliki beberapa kelebihan diantaranya:

- Pokok dan imbalan dijamin oleh negara.

- Tingkat imbalan kompetitif, lebih tinggi dari rata – rata tingkat bunga deposito Bank BUMN.

- Tingkat imbalan tetap.

- Imbalan dibayat setiap bulan.

- Dapat diperdagangkan di pasar skunder antar investor domestik.

- Cukup dengan Rp. 1 juta sudah bisa berinvestasi di Sukuk Ritel.

- Mendukung pembiayaan pembangunan nasional.

- Akses investasi sesuai dengan prinsip syariah.

Sukuk Ritel merupakan solusi untuk masyarakat yang ingin berinvestasi dengan aman dan mendapatkan return kompetitif. Terlebih di masa pandemi seperti saat ini, kita dihadapkan dengan ketidakpastian yang menimbulkan kebingungan investasi apa yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan return yang tinggi namun minim risiko.

Setelah sebelumnya menerbitkan obligasi ritel seri ORI017. Saat ini pemerintah tengah mempersiapkan penerbitan Sukuk Ritel seri SR013, dan masih menyisakan dua seri lainnya yakni, sukuk tabungan seri ST007 dan saving bond ritel seri SBR010.

Tertarik untuk membeli Sukuk Ritel SR013? Sekarang adalah waktu yang tepat karna masa penawaran Sukuk Ritel SR013 telah dibuka sejak 28 Agustus 2020 hingga 23 September 2020 mendatang. Berikut adalah timeline Sukuk Ritel SR013:

28 Agustus 2020, Mulai masa penawaran

Mulai pukul 09.00 WIB, 23 September 2020

Masa penawaran selesai, Hingga pukul 10.00 WIB

28 September 2020, Penetapan hasil penjualan

30 September 2020, Tanggal setelmen (Penerbitan)

Dengan tujuan utama penerbitan Sukuk Ritel adalah untuk membiayai APBN dan membiayai pembangunan proyek infrastruktur di Indonesia. Sukuk Ritel SR013 ini memiliki tingkat imbalan tetap sebesar 6.05% p.a.

Jika kamu tertarik ingin berinventasi di Sukuk Ritel SR013, kamu bisa lakukan 4 langkah berikut untuk berinvestasi SR013

Registrasi

Proses pendaftaran Calon Investor melalui Sistem Elektronik yang disediakan oleh Mitra Distribusi (Midis). Memasukan data-data antara lain, data diri, nomor SID* (Single Investor Identification), nomor Rekening Dana dan nomor Rekening Surat Berharga. Calon investor yang belum memiliki nomor SID, rekening dana, dan/atau rekening surat berharga, akan dibantu oleh Midis.

Pemesanan

Setelah registrasi berhasil, Calon Investor melakukan pemesanan SR013 dengan sebelumnya membaca ketentuan dalam Memorandum Informasi. Pemesanan hanya dapat dilakukan pada saat masa penawaran SR013.

Pembayaran

Setelah pemesanan diverifikasi (verified order), Calon Investor mendapatkan kode pembayaran (Billing Code) melalui email/sms sesuai kebijakan masing-masing Mitra Distribusi.

Kode pembayaran digunakan untuk penyetoran dana investasi melalui Bank Persepsi (teller, ATM, internet banking, mobile banking) dalam batas waktu yang ditentukan.

Konfirmasi

Setelah pembayaran, Calon Investor akan memperoleh NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dan notifikasi completed order serta akan memperoleh alokasi SR013 pada tanggal setelmen/penerbitan.

Dengan keamanan yang terjamin oleh pemerintah Sukuk Ritel ini merupakan sebuah solusi alternatif inventasi aman bagi masyarakat yang ingin berinventasi dengan tingkat risiko rendah dan imbalan hasil cukup tinggi.(*)

 

 

Penulis adalah: Mahasiswa UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Prodi Ekonomi Syariah*







loading...