JAMBERITA.COM- Kepengurusan Partai Berkarya saat ini terancam dualisme. Ini setelah disahkannya kepenguursan Muchdi PR pasca Munaslub oleh Kemenkumham.
Lalu bagaimana nasib dukungan partai yang didrikan Tommy Soeharto di pilkada serentak 2020 termasuk Jambi.
Komisioner KPU Provinsi Jambi Apnizal ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya tetap mengacu pada sipol. Karena itu semua adalah bagian dari aturan kerja yang dilaksanakan.
"Sejauh ini baru PDIP dan Demokrat yang sudah melapor kepada KPU RI terhadap pergantian kepengurusan. Selebihnya kami belum mengetahui," katanya, Rabu (5/8/2020).
Sementara itu, Komisioner KPU Provinsi Jambi M. Sanusi mengatakan pihaknya belum bisa mengambil kebijakan apapun terhadap apa yang terjadi. Yang pasti, pihaknya akan mengacu pada aturan yang berlaku.
"Sekarang ini KPU RI sudah umumkan untuk melaporkan kepengurusan. Kami pastinya akan mengacu kepada itu semua dan SK yang dikeluarkan oleh Kemenkumham," ujarnya.
Akankah kejadian ini akan membuat dukungan Berkarya hangus? Divisi Teknis ini hanya mengatakan hal itu belum bisa disampaikan. Karena pada posisinya belum bisa mengambil kebijakan.
Untuk diketahui, kejadian seperti ini di Jambi sudah terjadi pada Pilgub Jambi 2015 lalu. Saat itu la Partai Golkar dan PPP terjadi dualisme kepengurusan yang akhirnya membuat 2 partai ini tidak bisa mengusung kandidat. (am)
KPU Kota Jambi Gelar Sosialisasi Pemilu dan Pilkada Non-Tahapan di SMAN 12 Kota Jambi
Buku Peta Data Dilaunching, Paul: Semoga Dapat Berkah Nuzulul Quran
Luncurkan Buku Peta Data, KPU Provinsi Jambi: Pertama Di Indonesia
Berkarya Terancam Dualisme, Ini Kata Tim Al Haris Soal Dukungan di Pilkada
Emak - Emak Berdaster: Apapun Kata Orang Kami Tetap Pilih Ibu Yunninta
Screenshot Surat Rekomendasi PDIP di Pilgub Jambi Beredar, Edi Purwanto Pastikan Hoax


Pemerintah dan DPR Setujui RUU PPRT Disahkan Jadi Undang-Undang



