Buaya Moncong Panjang Kerap Muncul, Petani Jadi Khawatir Bersihkan Aliran Sungai



Selasa, 17 Maret 2020 - 14:28:27 WIB



JAMBERITA.COM, MUARA SABAK - Warga Desa Simpang Datuk, Kecamatan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), mengeluh dengan sering munculnya buaya di aliran sungai yang berada di lokasi sawah masyarakat sekitar

Keluhan salah satu masyarakat ini terlihat di postingan akun Facebook milik Ambo Irik. Di beranda Facebook tersebut dirinya mengatakan, salah satu penyebab yang membuat kelompok tani Usaha Bersama yang berada di Desa Simpang Datuk enggan membersihkan aliran air menuju ke lokasi pertanian, karena salah satu hewan buas air tawar tersebut sering muncul ke permukaan.

Untuk itu dirinya berharap, pihak dinas terkait agar bisa mencarikan jalan keluarnya. Sebab, saluran air tersebut satu-satunya aliran yang menuju lokasi pertanian dari 5 Kelompok Tani.

Menurutnya, ini harus menjadi tanggung jawab bersama. Pasalnya, sebentar lagi akan masuk musim tanam Gertak Tanpa Dusta yang merupakan program Pemerintah Kabupaten Tanjabtim.

"Petani menemukan buaya mengambang di area pengairan lokasi pertanian di kelompok tani usaha bersama desa simpang datuk, inilah salah satu alasan kenapa petani enggan untuk membersihkan aliran air yang menuju ke lokasi pertanian, kami mohon agar dinas terkait mencari jalan keluarnya, karena saluran air itu satu - satunya aliran air yang menuju ke lokasi pertanian untuk 5 kelompok tani. Ini harus menjadi pemikiran kita bersatu dikarenakan, akan memasuki musim tanam gertak tanpa dusta, salah satu program pemkab tanjab timur, yg sama2 kita bangga kan dan kita cintai, terima kasih," tulis di dinding akun Facebook miliknya.

Sementara, Camat Nipah Panjang, Helmi ketika dikonfirmasi terkait kelurahan petani Simpang Datuk mengungkapkan, pihaknya akan berkoordinasi dulu dengan BKSDA dan pihak terkait lainnya bagaimana solusinya.

"Saya menghimbau, untuk sementara masyarakat atau petani agar tidak mendekati sungai yang sering terlihat munculnya buaya itu jika memang kondisi di lokasi sungai dalam keadaan berbahaya," singkat Helmi melalui sambung telepon, Selasa (17/3/2020) pagi. (hrd)




Tagar:

# TANJABTIMUR





loading...