JAMBERITA.COM- Jaksa KPK mempertanyakan pengetahuan Wahyudi apakah ikut dalam pertemuan Arfan dengan Ahui. Selain itu, kenapa adanya pengurangan dan penambahan dalam jatah uang ketok palu untuk fraksi.
BACA: Dari Rp5 Miliar, Sisa Uang Ketok Palu yang Belum Diserahkan Jatah PKS Rp300 Juta
"Apakah saksi bisa menjelaskan untuk hal tersebut?," tanya Jaksa KPK Febi Dwiyandos kepada Wahyudi Apdian, Kamis (30/1/2020).
Wahyudi menyebutkan bahwa terhadap pertemuan Arfan dengan Ahui, dirinya tidak mengetahui sama sekali. Terhadap pengurangan jumlah uang untuk fraksi itu sendiri juga tidak tidak mengetahui.
BACA: Sidang Elhelwi Dkk Dimulai, 5 Saksi Hadir Dalam Persidangan
"Semua itu adalah hasil diskusi dari Arfan dan Saifuddin saat berada di Aston. Saya hanya tahu bahwa catatan itu diperuntukkan untuk pengesahan karena mendengar dari obrolan mereka," tandasnya. (am)
Kemenkum Jambi Gandeng Akademisi dan Pengusaha Kenalkan Keunggulan Layanan Apostille
Pangkas Hambatan Investasi, Kemenkum Jambi Pastikan Aturan Baru di MPP Tak Tabrak Hukum
Genjot PAD, Bupati Fadhil Arief Gandeng LPPM UNJA Kaji Pembentukan Perseroan Batang Hari Sejahtera
Dari Rp5 Miliar, Sisa Uang Ketok Palu yang Belum Diserahkan Jatah PKS Rp300 Juta
Dihadirkan Di Sidang Elhelwi dkk, Saksi Ini Sebut Hanya Jalankan Perintah Arfan


Pangkas Hambatan Investasi, Kemenkum Jambi Pastikan Aturan Baru di MPP Tak Tabrak Hukum



