SAH Ingatkan BKKBN, Bonus Demografi Menghadirkan Sederet Tantangan Bagi Indonesia



Rabu, 11 Desember 2019 - 11:03:19 WIB



JAMBERITA.COM- Anggota DPR RI Komisi IX dari Fraksi Partai Gerindra menilai bagi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), harus siap menghadapi tantangan dari bonus demografi yang dimiliki Indonesia.

"Bagi kita khususnya BKKBN bonus demografi yang dimiliki Indonesia itu melahirkan sejumlah peluang dan tantangan, ini harus dipelajari dan dimanfaatkan," ungkapnya ketika menghadiri Rapat Kerja dengan BKKBN di Jakarta (3/12) lalu di Jakarta. 

Menurutnya tantangan pertama yang dihadapi berkaitan dengan pendidikan. bahwa masih banyak usia produktif yang pendidikannya rata-rata hanya 8,6 tahun, artinya tamat SD dan SMP, masih dibawah wajib belajar 9 tahun.

"Tantangan ini mengharuskan kita untuk agak kuat dalam mengurus pendidikan, harus lebih inovatif sesuai dengan dinamika zaman," imbuhnya. 

Tantangan berikutnya dalam menghadapi bonus demografi adalah masalah kesehatan. Tidak lain mengenai angka kematian bayi dan angka kematian ibu.

Dalam hal ini SAH mengatakan, angka kematian ibu harus segera diturunkan dengan cara membagi habis ibu hamil di tingkat bidan.

"Angka kematian ibu dan bayi inikan bagian dari masalah kesehatan, artinya kesehatan juga menjadi tantangan bonus demografi yang kita miliki."

Dalam menghadapi tantangan ini SAH mengatakan keberadaan BKKBN harus lebih diperkuat, baik secara kelembagaan, program, anggaran dan berbagai kerja sama dengan instansi lain apakah itu pemerintah daerah maupun lainnya, karena kita ingin BKKBN punya gaung yang besar zaman program bencana digalakkan, tandasnya.(*/sm)



Artikel Rekomendasi