JAMBERITA.COM - Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Adiwangsa (UNAJA) Eko angkat bicara soal aksi demonstrasi ratusan mahasiswa sampai dengan meninggalkan kampus.
"Ya silahkan saja, kalau mau pulang itu hak mereka," ungkapnya kepada awak media, Kamis (4/7/2019).
BACA: Demo Mahasiswa Adiwangsa, DPRD Provinsi Jambi Segera Panggil Pihak Kampus
Akan tetapi kata Eko, pihaknya mau mendidik mereka supaya menjadi yang terbaik. Namun sepertinya keinginannya tidak mau diakomodir bahkan diklarifikasi rupanya ada hal hal yang tidak pas.
"Contoh penunjukan ada pejabat yang harus turun, itu ya nggak mungkinlah kita penuhi, itu kan by proses," terangnya.
Langkah selanjutnya, Eko mengatakan akan menindaklanjuti prosesoalan ini sesuai dengan aturan kampus. "Kalau keinginannya tetap kayak begitu ya resiko, nanti kan mesti ada sanksinya mahasiswa yang tidak pas dengan akademisi," katanya.
Menurutnya sanksi tersebut akan ditujukan kepada orang orang tertentu yang menimbulkan dampak terjadinya hal hal yang tidak mereka inginkan."Iya discorshing mahasiswa," ujarnya.
BACA: Kosongkan Kampus, Mahasiswa Adiwangsa Jambi Ancam Lapor ke Ombudsman RI hingga Kepolisian
Mengenai tindakan para mahasiswa yang hendak mengosongkan kampus Adiwangsa, Eko mengaku pihaknya tidak perlu takut karena mereka menginginkan para mahasiswa yang produktif dan kreatif, bukan dikit-dikit orasi.
"Menurut saya ya, kalau kosong nantikan ada nggak prodinya, tentunya ya nggak mungkin, mereka kan kepinginnya belajarnya sama kita, kenapa mereka harus kembali, kan begitu, ya," jelasnya.
Berikut beberapa point tuntutan mahasiswa Adiwangsa Jambi sehingga mengosongkan kampus. Pertama, para mahasiswa tersebut meminta, perubahan Unaja Creative (UC) menjadi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), meminta transparansi dan kejelasan keuangan dana kemahasiswaan.
Selanjutnya, persoalan pembangunan Lab Farmasi dan Gizi dan meminta kebebasan menggunakan almamater.
Mereka juga mendesak agar tidak melakukan ancaman terhadap mahasiswa, kemudian meminta tanggungjawab penuh terhadap anak asrama yang sakit dan terakhir mendesak pihak kampus mengkeluarkan Wakil Rektor II dan Bagian Keuangan Kampus.
Bilamana tuntutan tersebut tidak dipenuhi, mereka mengancam seluruh mahasiswa akan mengosongkan kampus atau asrama Adiwangsa.
Mahasiswa juga mengancam tidak akan mengikuti jadwal perkuliahan alias mogok kuliah dan mereka akan stop melakukan pembayaran uang perkuliahan.(afm)
Soal Temuan BPK Terkait 13 Paket Pekerjaan, Begini Kata Kadis PUPR Provinsi Jambi
Demo Mahasiswa Adiwangsa, DPRD Provinsi Jambi Segera Panggil Pihak Kampus
Kosongkan Kampus, Mahasiswa Adiwangsa Jambi Ancam Lapor ke Ombudsman RI hingga Kepolisian
Hari Kedua Kejurprov Panjat Tebing, Kategori Lead dan Speed WR Masih Bergulir
Jawab Pandangan Fraksi, Fachrori: Rekomendasi Dewan Tingkatkan Kualitas Pelaksanaan Anggaran
SAH : Dukung Program Pelatihan Pemandu Wisata Menjadi Ujung Tombak Pelayanan Wisatawan


Genjot Kinerja Pembinaan Hukum, Kakanwil Jajaran Ikuti Arahan BPHN


