Kosongkan Kampus, Mahasiswa Adiwangsa Jambi Ancam Lapor ke Ombudsman RI hingga Kepolisian



Kamis, 04 Juli 2019 - 12:49:17 WIB



Istimewa
Istimewa

JAMBERITA.COM - Ratusan mahasiswa Universitas Adiwangsa (UNAJA) Jambi menggelar aksi demontrasi hingga mengosongkan kampus di Jalan Sersan Muslim RT 24 Thehok Jambi Selatan , Kamis (4/7/2019).

Dimana tuntutnya, mereka para mahasiswa itu mendesak pihak kampus untuk transparan proses keuangan dan pembangunan.

BACA: Demo Mahasiswa Adiwangsa, DPRD Provinsi Jambi Segera Panggil Pihak Kampus

Presiden Mahasiswa UNAJA Heri Ramadhan menyatakan kekecewaannya atas tanggapan kampus karena dalam menyampaikan aspirasi malah dituding sebagai provokator.

"Kami sangat kecewa tanggapan pihak kampus atau yayasan yang mereka lebih memilih mempertahankan dua orang yang benar menurut kita tidak pantas di universitas ini dan lebih memilih mengeluarkan mahasiswa nya," ungkapnya.

BACA: Demo Mahasiswa Adiwangsa, DPRD Provinsi Jambi Segera Panggil Pihak Kampus

Heri Ramadhan menegaskan mereka tidak akan takut dan tidak tinggal diam bahkan akan mengangkat persoalan ini ke tingkat nasional dan melaporkannya kepada Kopertis dan Kementriab ristekdikti hingga ke DPRD Provinsi Jambi.

"Kita melaporkan masalah ini ke Ombudsman RI dan kita akan melaporkan permasalahan ini ke DPRD provinsi Jambi," jelasnya.

Para mahasiswa akan mengosongkan kampus sampai dengan pihak kampus memenuhi tuntutan mereka dan pihak kampus menggelar konsfrensi pers bahwa 2 orang yang menurut mereka tidak layak itu benar benar keluar dari kampus tersebut.

"Jika ada ancaman kami akan melaporkannya kepada pihak kepolisian, kita selaku mahasiswa tidak ingin berbuat secara anarkis dan tidak ingin adanya kericuhan," katanya.

BACA: Mahasiswa Kosongkan Kampus, BPH Adiwangsa Jambi: Silahkan Kalau Mau Pulang

Malah sebaliknya, kata Heri pihak kampus memprovokasi para mahasiswa dengan mengunci pagar disaat mereka menyampaikan aspirasi hingga meminta para mahasiswa keluar dari kampus.

"Mereka memancing emosi kita untuk anarkis mereka memprovokasi kita dengan mengunci pagar dan meminta kita keluar dari kampus ini," pungkasnya.(afm)



Artikel Rekomendasi