Pengguna Passpor Diingatkan Agar Tak Ceroboh, Eko: Passpor WNI Wangi wangi



Selasa, 25 Juni 2019 - 18:07:16 WIB



JAMBERITA.COM - Menyadari kerawanan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Warga Negara Indonesia (WNI) melalui modus Wisata, Magang, Umroh, dan bekerja di sektor informal serta isu yang sedang hangat saat ini modus Kawin Kontrak.

Kepala Imigrasi Kualatungkal, Agus A. Majid, Ph.D menegaskan, selain berupa upaya Pengawasan Warga Negara Asing (WNA), pihak Imigrasi juga bekerjasama dengan Instansi dan Aparat Penegak Hukum lainnya serta memanfaatkan Teknologi Informasi (IT) dalam Pengawasan Orang Asing melalui Implementasi QR Code.

"Dengan teknologo QR Code ini bukan hanya imigrasi pemkab maupun instansi lainnya yang berwenang bisa mengecek kevalidan passport menggunakan scanner yang bisa di-download di hape," terang Agus A Majid di Kantor Imigrasi Kualatungkal, Tanjung Jabung Barat, Jambi, Selasa (25/6/2019).

Hal ini perlu kita sosialisasikan, karena sebagai bentuk konsolidasi perumusan rekomendasi-rekomendasi penting dalam rangka penyusunan kebijakan pengawasan dan penindakan yang yang lebih profesional dan akuntabel kedepannya,” kata Agus.

Sementara Kabid Inteldak Imigrasi Jambi, Eko Dirgantoro Irianto mengingatkan WNI yang sudah memiliki passport Indonesia dikeluarkan oleh pihak Imigrasi Indonesia supaya dijaga dengan baik passport yang sudah dimiliki dan dipegang tersebut.

"Biaya pembuatan passport di Indonesia murah hanya Rp 350 ribu. Tapi kalau diluar negeri passport Indonesia dihargai mahal bisa sampai Rp 3 juta hingga Rp 4 juta," ujar Eko.

"Selain itu saya ingatkan juga passport kita jangan dikasih pewangi. Passport WNI itu kadang wangi wangi, karena ibu ibu Indonesia kadang sering kasih minyak wangi. Sebaliknya bapak bapak justru sering passportnya dikantongi. Kedua hal ini justru bisa buat passport rusak. Dan akhirnya di luar negeri jadi susah diterima passpornya," tandas Eko, mengingatkan agar WNI pemilik pasaport tidak ceroboh selama menggunakan passport. (Henky)



Artikel Rekomendasi