Pilkada 2020 Sisakan Romi dan Mashuri Sebagai Petahana, Ini yang Bisa Dilakukan Pendatang Baru



Rabu, 22 Mei 2019 - 09:18:59 WIB



Moch. Farisi
Moch. Farisi

JAMBERITA.COM - Setelah proses pemilu selesai, Jambi belum kehilangan momen pesta demokrasi. Hal ini dikarenakan ada lagi tahapan pilkada yang mulai berlangsung sekitar Oktober mendatang. Pada masa ini juga baru dilakukan pelantikan untuk DPRD serta presiden terpilih untuk periode 2019 - 2024.

Untuk Jambi sendiri seperti yang diketahui akan berlangsung pilgub Jambi serta 5 daerah lain yang juga masa periode akan habis. Daerah tersebut adalah Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Batanghari, Bungo, serta Kota Sungai Penuh. Beberapa diantaranya sudah kali kedua memimpin daerah masing-masing.

Safrial sendiri sebagai Bupati Tanjung Jabung Barat merupakan periode keduanya setelah sebelumnya memimpin pada periode 2006 - 2011. Syahirsah, Bupati Batanghari juga sama, setelah sebelumnya memimpin pada periode 2001 - 2006, tonggak kepemimpinan ada ditangan mendiang Abdul Fattah selama 2 periode baru Syahirsah kembali memimpin.

Walikota Sungai Penuh, Asafri Jaya Bakri juga periode keduanya memimpin setelah menang secara berturut - turut pada pilwako sebelumnya. Mereka bertiga dipastikan tidak akan bisa maju lagi sebagai Bupati/Walikota karena aturan yang hanya memperbolehkan selama 2 periode.

Yang masih satu periode masa kepemimpinan adalah Romi Haryanto sebagai Bupati Tanjung Jabung Timur serta Mashuri sebagai Bupati Bungo. Mereka yang masih berhak untuk kembali maju pada pilkada serentak mencalonkan diri kembali sebagai Bupati. Dengan ini, di 5 daerah hanya akan ada 2 petahana saja yang akan menjadi lawan pada pilkada serentak 2020 mendatang.

Pengamat Politik, Moch. Farisi, mengatakan, memang tidak mudah untuk melawan petahana yang notabene sudah melakukan kampanye selama masa kerja dengan menunjukkan hasil yang dilakukan dan dirasakan oleh masyarakat. Namun, bukan hal yang tidak mungkin untuk bisa mengalahkan petahana dalam konstelasi pilbup mendatang. "Pastinya dengan strategi yang jitu serta kepercayaan diri yang tinggi," katanya kepada Jamberita.com, Senin (22/5/2019).

Ia mengatakan, ada beberapa hal yang menurut pihaknya bisa dilakukan para lawan petahana untuk mampu mengalahkan petahana. Seperti jauh - jauh hari juga sudah harus mempersiapkan diri dengan melakukan kampanye ke masyarakat dengan membawa gagasan yang lebih baik. "Pastinya hal itu membutuhkan tim yang solid untuk bergerak mengkampanyekan," katanya lagi.

Ketua KOPIPEDE Provinsi ini juga menyatakan, selain itu para penantang petahana ini harus cari informasi sedetilnya terhadap track record petahana. Hal ini juga menjadi penting karena tidak ada kata manusia yang luput dari kelemahan, disini para penantang juga punya kekuatan untuk mendapatkan kekuatan. "Apalagi jika kebijakan petahana ada yang bertentangan dengan masyarakat, ini juga menjadi modal. Akan tetapi harus didukung dengan data yang akurat," jelasnya.

Selain itu juga harus fokus pada kekuatan yang dimiliki serta kelemahan yang petahana miliki. Karena didunia politik hal ini merupakan keniscayaan sebagai taktik untuk meraih kemenangan. Hal ini pastinya akan berefek dan membuat perbedaan yang jelas. "Karena pemilih saat ini juga sudah sangat cerdas, jadi tunjukkan kekuatan yang dimiliki tanpa petahana miliki," tukasnya. (am)



Artikel Rekomendasi