SAH Minta Pemerintah Antisipasi Kenaikan Harga Barang Jelang Ramadan



Jumat, 26 April 2019 - 07:27:29 WIB



JAMBERITA.COM- Harga-harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik jelang bulan suci Ramadhan. Hal ini mendapat perhatian Anggota DPR RI daerah pemilihan Provinsi Jambi Sutan Adil Hendra (SAH).

Berbicara di saat kunjungan ke beberapa pasar tradisional di dalam Kota Jambi (24/4/2019) kemarin Ketua DPD HKTI Provinsi Jambi tersebut mengatakan terjadi kenaikan signifikan pada harga telur ayam, bawang merah dan bawang putih, cabai, sayur mayur hingga beras dan sebagainya.

Kenaikan ini menurutnya terjadi di saat persediaan stok bahan pokok masih melimpah, namun harga terus bergerak naik dari biasanya menjelang bulan puasa tiba. Kenaikan juga dipicu adanya masyarakat yang mulai menyetok bahan pokok yang tahan lama untuk persediaan bulan Ramadan.

"Kenaikan harga ini karena mau masuk bulan puasa, masyarakat membeli barang dengan tujuan menstock barang, akibatnya memicu kenaikan harga," ungkapnya. 

Pernyataan SAH ini juga dibenarkan oleh pedagang bawang merah/putih dan minyak sayur di Pasar Angso Duo, yang mengatakan, kenaikan harga dipicu banyaknya masyarakat yang membeli kebutuhan pokok untuk menyetok kebutuhan bulan Ramadhan. “Banyak yang borong beli minyak sayur, bawang, dan beras, takut naik katanya,” tuturnya.

Selanjutnya Hesti, salah seorang pedagang juga mengatakan bahan pokok di Pasar Handil, menyatakan, stok bahan pokok masih lancar dan aman meski menjelang bulan puasa. "Kalau stok aman, tapi harga dari sananya sudah naik, terpaksa kita juga pengecer naikkan," ujarnya.

Dalam mengantisipasi kenaikan harga barang ini SAH meminta pemerintah daerah mulai berupaya melakukan stabilisasi harga barang kebutuhan pokok masyarakat. Alasannya, harga sejumlah komoditas bahan pangan mengalami kenaikan beberapa pekan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

“Kita mengharapkan pemerintah daerah bisa melakukan berbagai upaya upaya stabilisasi harga, khususnya menjelang Ramadhan ini,'' ujar SAH. 

Kebijakan stabilisasi harga diambil agar perkembangan harga di pasaran tidak terlalu memberatkan masyarakat. Oleh karena itu SAH menegaskan pihak pemerintah daerah secara rutin melakukan pengawasan terkait ketersediaan barang kebutuhan pokok di pasaran. 

Selanjutnya SAH mengatakan, untuk mengendalikan harga, pemerintah bisa menggelar pasar murah sembilan bahan pokok (sembako) di sejumlah titik. Kegiatan ini sudah biasa digelar pemerintah menjelang atau pada saat bulan puasa. Tindakan ini sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap warga tidak mampu yang terbebani dengan kenaikan harga.(*/sm)

 

 



Artikel Rekomendasi