JAMBERITA.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi menyebut pemerintah provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) masih menjadi juara untuk urusan penerimaan gratifikasi atau suap. Hasil itu didapat KPK dari Survei Penilaian Integritas (SPI).
SPI yang dipaparkan Direktur Penelitian dan Pengembangan (Litbang) KPK Wawan Wardiana itu merupakan hasil survei tahun 2017. Data SPI menunjukkan bagaimana kementerian atau lembaga dan pemerintah daerah merespons adanya indikasi korupsi melalui sistem-sistem antikorupsi.
Selain itu, survei itu juga memperlihatkan apakah kementerian atau lembaga dan pemerintah daerah masih rawan akan tindak pidana korupsi atau tidak. Survei itu didapat KPK dengan cara wawancara pada responden dari internal dan eksternal dari kementerian atau lembaga dan pemerintah daerah tersebut.
Ada 4 kategori yang dibahas KPK yaitu, Budaya Organisasi Antikorupsi, Pengelolaan SDM, Sistem Antikorupsi, dan Pengelolaan Anggaran. Masing-masing kategori itu dibagi menjadi subkategori. Berikut rinciannya:
Budaya Organisasi Antikorupsi
Untuk kategori ini, KPK membaginya menjadi 4 subkategori. Masing-masing subkategori tersebut menunjukkan 10 pemerintah daerah dengan nilai tertinggi untuk masing-masing subkategori itu. Namun detikcom hanya akan menampilkan 3 urutan tertinggi. Berikut datanya:
Pengalaman Penerimaan Gratifikasi/Suap
- Pengalaman Pemerasan Pengguna Layanan
- Persepsi Risiko Konflik Kepentingan-Pemanfaatan Fasilitas Kantor
- Pengalaman Pegawai terkait Kecenderungan Penyalahgunaan Wewenang oleh Atasan
Pengelolaan SDM
Untuk kategori ini, KPK membaginya menjadi 2 subkategori. Masing-masing subkategori tersebut menunjukkan 10 pemerintah daerah dengan nilai tertinggi untuk masing-masing subkategori itu. Namun detikcom hanya akan menampilkan 3 urutan tertinggi. Berikut datanya:
- Persepsi Suap/Gratifikasi dalam Promosi dan Mutasi
- Pengalaman Suap/Gratifikasi dalam Promosi dan Mutasi
Sistem Antikorupsi
Untuk kategori ini, KPK hanya membuat satu subkategori. Subkategori itu menunjukkan 10 pemerintah daerah dengan nilai tertinggi. Namun detikcom hanya akan menampilkan 3 urutan tertinggi. Berikut datanya:
- Persepsi Perlindungan Pelapor
Pengelolaan Anggaran
Untuk kategori ini, KPK membaginya menjadi 2 subkategori. Masing-masing subkategori tersebut menunjukkan 10 pemerintah daerah dengan nilai tertinggi untuk masing-masing subkategori itu. Namun detikcom hanya akan menampilkan 3 urutan tertinggi. Berikut datanya:
- Persepsi Terhadap Markup Anggaran
Pengalaman Penyelewengan Perjalanan Dinas
KPK juga memberikan beberapa rekomendasi untuk perbaikan terhadap hasil survei di berbagai daerah tersebut. Antara lain, perbaikan budaya organisasi dengan memperkuat aturan dan implementasi pengelolaan konflik kepentingan dan kode etik di kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Berikutnya, KPK juga menyarankan agar pelayanan dilakukan secara online untuk mengurangi peran perantara atau calo. Untuk pengelolaan anggaran, KPK menyarankan peningkatan transparansi dan akuntabilitas.(sumber:detik.com)
Polisi Dalami Insiden Dua Bocah yang Meninggal di Kolam Renang Hotel Rumah Kito
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Bupati di Sumut Ini Diduga Terima Rp550 juta
Wow...Benih Lobster Senilai Rp8,69 Miliar Berhasil Diamankan di Lebak Bandung
Kasus Zola Hampir Rampung, KPK Bidik Aliran Uang ke Anggota DPRD Provinsi Jambi
Alamak.. Sindikat Pencurian Pecahkan Kaca Mobil, Salah Satunya Oknum PNS


Selain Lelang Jabatan, Pemprov Jambi Bakal Rombak 20 Posisi Eselon II Lewat Jalur Job Fit



